Harga Cabai Merah dan Ayam Potong di Palembang Turun Drastis

PALEMBANG, BP – Beberapa hari terakhir, harga cabai merah di sejumlah pasar Kota Palembang seperti, Pasar Induk Jakabaring, Pasar 16 Ilir, Pasar Suro, bahkan pasar di daerah Gandus, terpantau mengalami penurunan. Setelah sebelumnya sempat dibandrol dengan harga Rp60.000 per kilogram, kini dijual Rp40.000 per kilogram.
Ros, salah satu pedagang bumbu dapur dipasar 16 saat diwawancarai, Jumat (16/9/22), mengaku, harga cabai merah sudah mulai menurun sejak dua hari yang lalu.
“Ada kelebihan stok cabai sekarang, daya beli juga turun. Kalau dijual dengan harga lama, takutnya busuk,” ujarnya.
Hal itu dibenarkan oleh pedagang bumbu dapur lainnya. Menurutnya, turunnya harga dikarenakan stok yang sudah mulai banyak dari penghasil cabai merah sudah mulai panen. Sejumlah pedagang memprediksi harga cabai merah akan terus menurun bulan ini.
Sementara itu, harga ayam potong juga terpantau mengalami penurunan. Sebelumnya Rp30.000 per kg menjadi Rp24.000 per kg.
Hal ini juga dikarenakan adanya kelebihan pasokan. Kondisi ini menguntungkan untuk konsumen, tetapi merugikan untuk peternak ayam.
Salah satu penjual ayam potong di Pasar Suro, Anto mengatakan penurunan ini dirasakan sejak Rabu (14/9). Ia mengaku stok ayam potong miliknya sudah berlebih karena daya beli yang turun, sehingga permintaan ayam potong ke peternak pun ikut menurun.
“Kemarin sudah mengambil 20an ekor, biasanya dalam seminggu sudah habis, tapi sampai hari ini belum minta lagi ke peternaknya,” katanya.
Anto juga mengatakan, harga ayam potong sejak Agustus kemarin sampai sekarang memang tengah mengalami fluktuasi, selain dikarenakan daya beli yang turun juga disebabkan harga pakan yang tinggi.
Kondisi fluktuatif ini disebutkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bahwa telah terjadi surplus DOC sebesar 24 persen. Hal ini karena kurangnya pengawasan dalam implementasi pengendalian produksi dan pemasaran ayam.
Sehingga harus ada pengendalian dari pemerintah untuk mengatur kelebihan pasokan ayam nasional. Hal ini dapat dimulai dengan pengawasan ketat yang dilakukan di lapangan untuk menindak perusahaan yang menetaskan ayam lebih dari ketentuan pembatasan produksi, sehingga pengendalian harga ayam di pasaran juga terkendali. #adl