Fraksi PKS DPRD Sumsel Sampaikan Penolakan Kenaikan BBM di Rapat Paripurna

34
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli didampingi Ketua Fraksi  PKS DPRD Sumsel , H Askweni, didampingi anggota Fraksi PKS DPRD Sumsel Ahmad Toha,  Firdaus SH, M Subhan dan HM Anwar Alsyadat  SE saat hendak menyerahkan penolakan atas kenaikan BBM  dalam rapat paripurna membahas jawaban gubernur terhadap pandangan umuk fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap raperda anggaran APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2022, di Kantor DPRD Sumsel, Jumat (9/9).(BP/udi)

Palembang, BP- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menolak kenaikan harga BBM.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli didampingi Ketua Fraksi  PKS DPRD Sumsel , H Askweni, didampingi anggota Fraksi PKS DPRD Sumsel Ahmad Toha, Firdaus SH ,  M Subhan dan HM Anwar Alsyadat  SE dalam rapat paripurna membahas jawaban gubernur terhadap pandangan umuk fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap raperda anggaran APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2022, di Kantor DPRD Sumsel, Jumat (9/9).

Hadir Wagub Sumsel H Mawardi Yahya  Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel dan Jajaran Belajar Kitab Kuning Bersama

“Kami Fraksi Partai PKS menyatakan menolak atas naiknya harga BBM,” kata  Syaiful Padli.

Syaiful Padli menambahkan, dengan adanya rencana kenaikan harga BBM ini, dikhawatirkan membuat daya beli masyarakat menurun dan berpengaruh terhadap perekonomian.

“Kita baru saja pulih dari Pandemi COVID-19, sangat disayangkan jika masyakat harus dibebankan dengan naiknya harga BBM,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar rencana pemerintah ini dapat menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Sumsel untuk menyuarakan penolakan.

Hal ini sambung Syaiful, dengan adanya kebijakan menaikkan BBM sangatlah mencederai rasa keadilan bagi rakyat.

Baca Juga:  Dianiaya Tetangga , Lapor Ke Polrestabes Palembang

“Kami sangat menolak kebijakan ini, karena hal itu sangat menyengsarakan rakyat,” katanya .

Setelah itu penolakan kenaikan  BBM tersebut secara tertulis diserahkan kepada Wagub Sumsel dan wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas dalam rapat paripurna tersebut.

Hal senada dikemukakan Ketua Fraksi  PKS DPRD Sumsel , H Askweni.

“Menurut kami dari  Fraksi Partai PKS, ini merupakan kado akhir tahun yang sangat pahit bagi masyarakat,” kata Askweni.

Menurutnya, reaksi masyarakat di lapangan termasuk demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM, menandakan suatu sinyal bahwa ada sesuatu yang kurang baik untuk masyarakat.

Baca Juga:  “Kami Tidak Akan Lagi Berikan Cek Kosong”

‘Kita sudah merasakan mahasiswa yang melakukan demo. Artinya ada yang kurang baik atas kebijakan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Askweni mengatakan, dengan naiknya BBM ini dikhawatirkan akan berdampak kepada semua pelaku ekonomi. Baik di sektor formal maupun informal. Bahkan, yang dikhawatirkan adalah harga semua kebutuhan semuanya naik.

“Ya, jelas ini akan menjadi kekhawatiran bagi kita semua,” katanya

Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas akan meneruskan aspurasi Fraksi PKS DPRD Sumsel ke pusat.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...