DKP Gelar Workshop Tari dan Pelatihan Kain Jumputan di Sepekan Seni

36
Dihari ke tiga sepekan seni Komite Seni Rupa dan Tari Dewan Kesenian Palembang (DKP) mengadakan Pelatihan Edukasi dan Pelatihan membuat Kain Jumputan dan Workshop Tari tanggai, kegiatan dibuka langsung oleh Qusoy selaku  Sekretaris DKP di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Kamis (25/8). (BP/IST)

Palembang, BP- Dihari ke tiga sepekan seni Komite Seni Rupa dan Tari Dewan Kesenian Palembang (DKP) mengadakan Pelatihan Edukasi dan Pelatihan membuat Kain Jumputan dan Workshop Tari tanggai, kegiatan dibuka langsung oleh Qusoy selaku  Sekretaris DKP di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Kamis (25/8).

Qusoy mengatakan  edukasi dan Pelatihan Jumputan serta workshop tari tanggai hari ini adalah rangkaian sepekan DKP,  kegiatan dilaksanakan untuk menggiatkan kembali iklim berkesenian dikota Palembang pasca pandemi.

Dengan adanya pelatihan ini , semua peserta dapat menimba ilmu dan belajar Secara langsung bagaimana proses pembuatan kain Jumputan Palembang mulai dari tahap awal sampai menjadi kain yang siap pakai,” kata Qusoy

Baca Juga:  Kuatkan Mental Hadapi Pandemik, Pemkab Muba Gelar Penguatan Psikologis Nakes

 

Ketua komite Seni Rupa DKP, Fahar  menambahkan kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat kota palembang bahwa Jumputan ini adalah seni terapan dan bagian dari seni rupa, edukasi dan pelatihan Kain Jumputan kali ini menghadirkan

Narasumber bang Yan, Sarmusi dan Muhammad Dani ketiganya adalah pengrajin dari Griya Kain Tuan Kentang.

Baca Juga:  MMK Rayakan Anniversary ke-20 dengan Pembagian Beras dan Penghargaan Sosial di Palembang

 

Sedangkan Bang Yan Tuan Kentang berharap dengan diadakannya pelatihan ini masyarakat Palembang lebih memahami Kain Jumputan baik fisik maupun filosofi dari kain jumputan.

Ketua komite DKP Salwa Pratiwi mengatakan, dihari ketiga sepekan seni Komite tari melaksanakan giat Workshop dan pementasan tari tanggai dengan menghadirkan narasumber  Marlina Mochtar, Geri Iskandar, Sari Aprilianti, S. Sn.

“Dan penampilan tari tanggai, harapannya dengan diadakan workshop Tari tanggai ini masyarakat akan menjadi paham dalam menempatkan dan menampilkan tari tanggai,” kata Salwa Pratiwi.

Baca Juga:  Maling Elus Muka Rani

Marlina Muchtar narasumber workshop Tari Tanggai mengatakan Tari tanggai ini adalah tari sambut Setelah Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai yang awalnya disebut dengan Tari Tepak muncul ketika ada insiden politik G30S PKI antara tahun 1965-1969.

“Gerakan tari tanggai didominasi (oleh sekitar 90 persen) gerakan tari Gending Sriwijaya. Dengan demikian, gerakan tari tanggai diciptakan oleh pencipta tari Gending Sriwijaya, yaitu Sukaenah Rozak dan  Tina Haji Gung.” Kata Yuk Lin panggilan akrab Marlina Muchtar.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...