Kapolda Sumsel Gelar Nobar Film Sayap-Sayap Patah

112
Dengan suasana menegangkan dan penuh haru, Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M.H beserta para Pejabat Utama serta personil Polda Sumsel nonton bareng film sayap-sayap patah di Bioskop CGV Sosial Market, Rabu (25/8) sore.(BP/IST)

Palembang, BP- Dengan suasana menegangkan dan penuh haru, Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Drs Toni Harmanto, M.H beserta para Pejabat Utama serta personil Polda Sumsel Nonton Bareng (Nobar) film sayap-sayap patah di Bioskop CGV Sosial Market, Rabu (25/8) sore.

Film sayap-sayap patah yang diperankan oleh Nicholas Saputra dan Ariel Tatum itu menceritakan kisah nyata seorang anggota Densus yang gugur ketika peristiwa kerusuhan di Mako Brimob.

Baca Juga:  Pengendara Motor Tewas Dilintas Fuso

Kerusuhan di Mako Brimob ini terjadi pada 8 Mei 2018 silam dan tercatat sebagai sejarah kelam yang menyedihkan.

Dalam peristiwa di Mako Brimob tersebut ada 155 narapidana terorisme yang mencoba membobol rutan Mako Brimob.

Akibat insiden mengerikan tersebut, lima petugas Densus dinyatakan gugur dan beberapa narapidana teroris divonis hukuman mati.

Film Sayap-Sayap Patah ini di sutradara senior Rudi Soedjarwo ini menggambarkan kondisi ketika anggota Polri dalam melaksanakan tugas.

Baca Juga:  Rp6,3 M Untuk Bangun Rumah Sehat

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, M.M mengatakan, bahwa mungkin kita bisa mengambil hikmah dari apa yang kita tonton dan pelajaran bagi keluarga, setidaknya bisa mencontoh dalam melaksanakan tugas kita harus siap, ikhlas dan loyalitas.

 

 

“Film ini juga menampilkan ada sedikit perselisihan ketika istri sedang hamil dan minta ditemani suami ke rumah sakit, namun sang suami tak bisa selalu membersamai karena melaksanakan tugas. Sebagai bhayangkari (istri polisi) harus mengerti tugas suami,” ucap Alumni Akpol 91.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumsel Ini Tinjau Ruang Belajar Madrasah Al-Minhajul Yang Belum Layak

Disampaikanya bahwa di film ini juga ada pesan moral kepada masyarakat kaitanya dengan tindak terorisme dan ajaran-ajaran tidak baik yang tidak untuk diikuti.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...