Angkot Mewah Jadi Primadona

78
MELINTAS – Angkot feeder melintas di Jalan Sematang Borang Kelurahan Sako, Palembang, Minggu (7/8). BP/Rizal

PALEMBANG, BP bulan sudah angkutan pengumpan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) beroperasi di Palembang.
Dari hasil pantauan BeritaPagi di Halte yang berada di Asrama Haji, beberapa angkot tampak berjejer menunggu penumpang dari stasiun LRT. Angkot meninggal halte setelah 15 menit mangkal menunggu penumpang. Setelah itu giliran angkot lain menunggu giliran untuk berangkat.
Uniknya, kendaraan ini meningalkan Halte di Asrama Haji bukan berdasarkan jumlah penumpang. Tapi berdasarkan waktu.
Angkot yang satu dan berikutnya meninggalkan Halte Asrama Haji berjarak lebih kurang 10-15 menit. Ternyata cara ini yang membuat angkot feeder selalu ada di jalan yang memang telah menjadi treknya.
BeritaPagi pun berkesempatan menjajal angkot dari Asrama Haji menuju Sako, Palembang. Saat masuk ke dalam angkot, udara terasa sangat adem. Itu karena memang angkot feeder telah dilengkapi AC.
Angkot pun sangat nyaman, karena memang adalah kendaraan anyar. Belum lagi, penumpang jauh lebih cepat dapat mencapai tujuan, karena merupakan jenis minibus. Berbeda dengan Bus Transmusi atau Teman Bus yang berukuran besar tentunya.
Angkot feeder ini selanjutnya akan berhenti di setiap halte sederhana yang dilewati. Baik untuk penumpang yang ingin turun atau pun naik angkot. Angkot tidak diperbolehkan menurunkan penumpang bukan pada titik plang tanda berhenti.
“Yah, di sinilah bagusnya angkot feeder ini. Mereka berhenti pada tempatnya, dan berangkat meninggalkan Halte di Asrama Haji tadi pun tidak perlu menunggu penumpang penuh,” ucapnya.
Angkot ini berangkat berdasarkan jadwal waktu yang telah ditetapkan. Itu artinya, ada atau tidak penumpang, angkot akan berangkat.
“Meski angkot belum penuh penumpang, kalau sudah tiba waktunya meninggalkan halte, yah langsung jalan saja. Kalau kita naik angkot selama inikan, biasanya menunggu penumpang penuh dulu. Kan jadi lama kalau begitu,” ucapnya.
Angkot pun sangat aman dan nyaman. Ia sudah tiga kali ia naik angkot feeder, selama ini penumpang yang ditemui kebanyakan ASN, honorer dan pelajar.
“Kebanyakan pelajar, jadi memang rasanya aman dan nyaman saja,” ucapnya.
Hasna warga Sako Borang menambahkan, angkot feeder menjadi satu-satunya kendaraan umum yang melintas di wilayahnya. Ia mengungkapkan, selama ini Jalan Sematang Borang tidak tersentuh kendaraan umum.
Ojol selalu ini memang jadi pilihan warga. Tapi, semenjak ada angkot feeder, warga lebih suka menggunakan jasa kendaaran yang baru saja diresmikan di bulan lalu ini.
“Kebetulan angkot ini lewat tepat di depan rumah, gratis dan menunggu di halte itu tidak lama. Jadi lebih suka naik angkot ini tentunya, daripada kendaraan umum lainnya,” ucapnya.
Wajar saja, itu karena Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyerahkan 29 unit angkot feeder Pemkot Palembang, dengan rute pertama lintas Talang Kelapa-Talang Buruk via Asrama Haji dengan panjang rute 20,4 Km. Rute kedua yaitu lintas Asrama Haji-Sematang Borang via jalan Noerdin Panji dengan panjang rute 40,2 Km.
“Naiklah angkutan umum agar Palembang tidak macet dan udara menjadi lebih bersih,” katanya beberapa waktu lalu.
Menhub menjelaskan upaya meningkatkan minat masyarakat untuk naik angkutan massal tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh kolaborasi pentahelix yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pebisnis, komunitas masyarakat, dan juga media.
“Kita berharap makin banyak lagi masyarakat Palembang dan sekitarnya yang menggunakan angkutan umum,” jelasnya.
Kota Palembang menjadi contoh atau role model transportasi yang lengkap dan terintegrasi di Indonesia, karena memiliki angkutan umum yang lengkap, mulai dari BRT, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai yang saling terhubung.
Berdasarkan data, angka pengguna LRT Sumsel kian meningkat. Pada tahun ini hingga Mei 2022, penumpang LRT Sumsel telah mencapai 350.000 penumpang. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan masa pandemi yang mencapai 150.000 penumpang.
“Jadi bisa meningkat lagi dengan adanya Angkot feeder,” tutupnya. #riz

Komentar Anda
Loading...