Cegah Berita Hoaks, Polda Sumsel Gandeng Beberapa Instansi

21
Focus Group Discuss (FGD) dengan tema mencegah berita hoax, isu sara dan hati speech menjelang Pemilu 2024 di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (28/7).(BP/IST)

Palembang, BP- Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel bakal mengandeng beberapa instansi terkait, dalam hal pencegahan berita hoax, isu sara dan hate speech menjelang Pemilu 2024.

Hal ini diungkapkan oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Iskandar F Sutisna disela-sela kegiatan Focus Group Discuss (FGD) dengan tema mencegah berita hoax, isu sara dan hate speech menjelang Pemilu 2024 di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (28/7).

“Kita akan mengandeng beberapa instansi terkait dengan permasalahan ini seperti PWI, Bawaslu, KPU dan beberapa instasi terkait,” ujarnya kepada wartawan disela-sela kegiatan.

Sehingga untuk melakukan langkah tersebut pihaknya menggelar kegiatan ini, untuk sebagai langkah pencegahan terhadap adanya permasalahan tersebut menjelang Pemilu 2024 nanti.

“Disini kita membahas bersama-sama dan melihat apa yang akan terjadi pada saat mendekati Pemilu 2024, khususnya hal ini berkaitan dengan media,” katanya.
Untuk berkaitan dengan media itu pihaknya juga melibatkan berbagai media di Palembang dalam kegiatan yang diadakan di Hotel Swarna Dwipa. “Dalam Unit Cyber kita melibatkan dan berdiskusi bersama-sama dalam kegiatan yang kita adakan ini,” katanya.
Dengan kegiatan yang digelar ini diharapkan Pemilu tidak ada pemberitaan hoax ataupun lainnya, dan berjalan dengan lancar.
“Untuk pengawasan sendiri agar tidak adanya berita hoax ataupun semacamnya kita akan melakukan sinergitas dengan beberapa instasi terkait, guna dalam rangka pencegahan agar tidak terjadi tindak pidana,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi mengapresiasi kegiatan yang digelar Dit Intelkam Polda Sumsel ini. “Kami mendukung kegiatan ini, karena kita anggap ini langkah yang sangat tepat dalam mencegah berita hoax, isu sara dan hate speech menjelang Pemilu 2024,” bebernya.
Dirinya menjelaskan, bahwa berkaca pada 2019 lalu banyak masyarakat yang terpecah belah akibat permasalahan tersebut, sehingga diharapkan dengan kegiatan ini dapat mencegah berita hoax, isu sara dan hate speech menjelang Pemilu 2024.
Dalam Pemilu banyak sekali pontesi terjadinya pemberitaan hoax, ujarnya kebencian, hingga politik uang. “Kita tidak bisa berdiri sendiri dalam mengatasi permasalahan ini, untuk itu kita tidak bisa sendirian melainkan perlu adanya kerjasama antar instansi terkait seperti KPU hingga pihak kepolisian,” katanya.

Baca Juga:  Pemakaian Ground Anchor Ternyata Tak Sesuai Perencanaan

Di Indonesia sendiri penggunaan Internet oleh masyarakat 85 persen mereka mengaksesnya, sedangkan 32 persen menggunakan laptop, 14 persen menggunakan PC desktop, dan 13 persen memakai tablet.

“Untuk potensi menjelang Pemilu 2024 diprediksikan meningkat untuk pemberitaan hoax, isu sara dan hati speech. Untuk itu kita akan melakukan langkah antisipasi seperti melakukan sosialisasi,” katanya.

Baca Juga:  20 Ribu Orang  Bakal Hadiri Aksi Bela Palestina  All Eyes  On Rafah di Halaman DPRD Sumsel 

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pembentukan kampung anti politik, uang, hoax, SARA, dan ujarnya kebencian. Selain itu pihaknya juga meminta KPU untuk mengatur mekanisme kampanye di medsos.

“Dalam hal antisipasi ini kita harus membentuk kader pengawas Pemilu partisipatif melalui SKPP sejak tahun 2018 lalu,” katanya.
Sedangkan anggota KPU Sumsel Hendri Almawijaya Mpd mengakui isu sara, berita hoax, isu sara dan hate speech semakin mendekati pemilu intensitasnya menaik dan meningkat.
“ Karena merupakan sarana yang murah , kadang-kadang untuk membangun opini dan keyakinan di masyarakat terhadap suatu informasi, “ katanya.
Sayang literasi digital masyarakat saat ini dinilainya masih rendah.
“ Artinya masyarakat kita gampang menyerap informasi darimanapun tanpa melakukan penyaringan lebih dahulu, sehingga informasi yang diterima ditelan mentah-mentah, “ katanya.
Karena KPU Sumsel menghimbau berbagai pihak apakah kepolisian , PWI, IWO dan wartawan , Bawaslu dan semua pihak dapat dilibatkan dalam membuat satgas bersama untuk antipasi dan mengidentifikasi konten-konten berkaitan berita hoax, isu sara dan hate speech.
“ Bagaimana kita menumbuh kembangkan membuat konten yang positip, saya belum melihat di Sumsel ini ada misalnya kalangan melinial membuat misalnya semacam kontes membuat konten positip dalam isu politik karena ini menjelang kontentasi, ini belum pernah kita membuat lomba atau konten terkait pemilu dan demokrasi,” katanya.
Selain itu perlu diberikan pendidikan literasi digital untuk kaum milenial .
Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar mengajak KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan pengetahuan wartawan agar tahu tahapan pemilu seperti apa dan berkaitan tehnis pemilu seperti apa.
“ Kawan-kawan wartawan sangat konsen dan fokus , apalagi ini adalah momen ketika isu-isu menarik itu sangat penting, ketika parpol belum menentukan calon oresiden , rekan-rekan media sudah membicarakan calon presiden yang menjadi isu menarik, “ katanya.
Tugas wartawan menurutnya juga bagaimana membuat klarifikasi , suatu informasi dan jangan wartawan membuat hoax, justru wartawan kedepan harus melawan hoax dan ikut menyukseskan pemilu 2024.
Perwakilan Unit Cyber Polda Sumsel Ipda Yudi Cahyadi mengajak kalangan media dan masyarakat untuk untuk tidak membuat berita hoax, isu sara dan hate speech menjelang Pemilu 2024.
Polisi dalam permasalahan akan lebih melakukan tindakan preentif untuk memberitahukan kepada yang bersangkutan jika membuat konten berisi hoax, isu sara dan hate speech ada konsekuensi hukum namun jika tidak di gubris maka proses hukum bisa dilakukan aparat kepolisian.#osk

Komentar Anda
Loading...