CPI Gelar Diskusi Bangkitkan Kembali Nafas Kerajaan Palembang

61
Diskusi yang bertajuk “Refleksi Islamisasi di Negeri Palembang Dalam Sudut Pandang Pancasila” digelar Minggu (24/4) di Komplek Makam Ki Gede Ing Suro, 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang. Menghadirkan Pemantik yaitu Raden Muhammad Ilmi Luthfi S.Pd., M.Hum (Cand) yang merupakan Pegiat Sejarah Palembang dan diskusi dihadiri oleh Ketua Umum Cakrawala Perjuangan Indonesia, Kgs. Ilham Akbar, S.H dan Ust. Muhammad Setiawan, S.H selaku Ketua Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan. Acara dipandu oleh M. Yandi Pratama, SH selaku moderator yang juga merupakan peminat sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan.(BP/IST)

Palembang, BP- Kota Palembang sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Selatan selain dikenal akan tradisi, adat, budaya juga terkenal akan pusat peradaban sejarah di masa lalu. Selain menjadi pusat peradaban Kerajaan Sriwijaya, Palembang juga menjadi pusat penyebaran Agama Islam di Nusantara.

Betapa tidak, Kota yang berusia 1337 memiliki bukti peninggalan sejarah Islam mulai dari Makam para raja terdahulu dan tokoh penting di Palembang.

Namun seiring berjalannya waktu, arus Globalisasi dan perkembangan zaman semakin membawa masyarakat ke arah modernisasi sehingga membuat generasi muda cuek akan sejarah yang menjadi pelajaran terbaik  untuk bekal di masa depan.

Ditengah ketidakacuhan generasi muda akan sejarah, Cakrawala Perjuangan Indonesia yang merupakan Organisasi Masyarakat yang diisi oleh anak muda Palembang yang berfokus salah satunya bidang kajian sejarah menggelar diskusi tentang penyebaran islam di Palembang.

Baca Juga:  MK Putus Sistem Pemilu Proposional Terbuka, Ini Sikap DPP Golkar dan DPD Golkar Sumsel

Diskusi yang bertajuk “Refleksi Islamisasi di Negeri Palembang Dalam Sudut Pandang Pancasila” digelar Minggu (24/4) di Komplek Makam Ki Gede Ing Suro, 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang. Menghadirkan Pemantik yaitu Raden Muhammad Ilmi Luthfi S.Pd., M.Hum (Cand) yang merupakan Pegiat Sejarah Palembang dan diskusi dihadiri oleh Ketua Umum Cakrawala Perjuangan Indonesia, Kgs. Ilham Akbar, S.H dan Ust. Muhammad Setiawan, S.H selaku Ketua Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan. Acara dipandu oleh M. Yandi Pratama, SH selaku moderator yang juga merupakan peminat sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan.

Ketua Umum Cakrawala Perjuangan Indonesia , Kgs. Ilham Akbar, S.H dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh partisipan yang hadir dalam diskusi ini. “Alhamdulillah ucapan terimakasih saya kepada rekan-rekan untuk kembali mengkaji perjalanan islam di Palembang. Diskusi ini sengaja kita gelar sebagai moment anak muda mengetahui lebih dalam bagaimana islam tersebar di Palembang. Karena itu juga kita laksanakan di Kompleks Makam Ki Gede Ing Suro karena beliau salah satu tokoh penting awal penyebaran Islam di Palembang.” Kata Ilham.

Baca Juga:  Manado Bakal Jadi Akses Paling Strategis Buat Wisman Tiongkok

Raden Muhammad Ilmi, S.Pd dalam materinya menjelaskan jika nilai-nilai dari Pancasila telah lama hidup di masyarakat Palembang. Beliau memberikan contoh jika pada masa awal masuknya Islam ke Negeri Palembang masih banyak peninggalan Hindu dan Budha yang masih bertahan. Salah satunya Candi Bumi Ayu di Kabulaten PALI. Lebih lanjut menurutnya Pangeran Sido Ing Lautan, Ki Gede Ing Suro dan Ki Gede Ing Suro Mudo selain merupakan bangsawan Demak yang hijrah dari Pulau Jawa ke Palembang dikarenakan terjadi huru hara di Demak juga diperkirakan memang merupakan keturunan asli pribumi Palembang. Sehingga saat mereka masuk ke Palembang mereka dapat mendirikan Kerajaan Palembang dan ikut serta dalam mensyiarkan agama Islam. “Lihatlah motif pemakaman disini sama seperti Candi Kerajaan Hindu Majapahit bercorak yang sudah bercorak Islam. Ini tandanya dari zaman dahulu sudah ada kebinekaan di Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kadin Sumsel Bentuk Pokja Swasembada Pangan

Ilmi menambahkan jika kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari anak generasi saat ini kembali menghidupkan nafas Kerajaan Islam pertama di Negeri Palembang. “Mereka adalah tonggak dan perlu kita hidupkan kembali sejarah mereka sebagai nafas menghadapi perubahan zaman yang dinamis,” pungkasnya.#osk

Komentar Anda
Loading...