Cek Wan Usul ke KPD : Rektor UIN RF Nyayu Khodijah Layak Terima Gelar Adat

378
Muhamad Setiawan atau akrab disapa Cek Wan (BP/IST)

Palembang, BP- Tanggal 3 Maret 1666 adalah hari lahirnya Kesultanan Palembang Darussalam atau proklamator Kesultanan Palembang Darussalam oleh Sultan Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, yg sejak tahun 2003 di peringati secara rutin dalam setiap tahunnya, karena pada tanggal yang sama pada 3 Maret 2003 Alm. R.H.M. Syafei Prabu Diraja di Nobatkan sebagai Sultan Palembang Darussalam walau hanya dalam konteks adat budaya dengan Gelar Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diraja. SMB III Prabu Diraja Mangkat pada tahun 2017 dan tahta KPD di gantikan oleh Putra Mahkota nya yaitu R.M.Fawwaz Diraja dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin IV Fawwaz Diraja.

Sejak 3 Maret 2003 hingga kini senantiasa dalam setiap tahunnya di peringati sebagai hari jadi atau Milad KPD, mulai bertahtanya SMB III hingga SMB IV sekarang. Bahkan pada tahun ini tahun 2022 pemerintah provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan dalam kalender tahunnya 3 Maret sebagai hari jadi KPD, gayung bersambut dengan hal itu selain memperingati 3 Maret sebagai hari jadi KPD, SMB IV Fawwaz Diraja juga menetapkan mulai tahun ini bahwa bulan Maret adalah bulan budaya Kesultanan Palembang Darussalam.

Dalam berbagai rangkaian Bulan Budaya KPD di tahun ini yg sangat penuh dan padat akan agenda agenda seperti launching bulan budaya Kesultanan Palembang Darussalam, Gowes bersama, Festival Budaya, Pawai Budaya, Ziarah, Kajian Budaya, Pemilihan Putra Putri KPD, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  RA Anita Raih Doktor Ilmu Hukum Unissula Semarang, Predikat Summa Cumlaude,

Ada satu momen acara yang sangat sakral yang biasa di gelar oleh Kesultanan Palembang Darussalam yaitu pemberian gelar adat kepada tokoh yang berjasa dengan Kesultanan Palembang Darussalam masa era kini.

Dalam momen yang sangat sakral ini, Muhamad Setiawan atau akrab disapa Cek Wan,  salah seorang pemerhati sejarah dan budaya Palembang Darussalam, mengusulkan kepada Yang Mulia Sultan Mahmud Badaruddin IV Fawwaz Diraja agar kiranya pemberian gelar adat tahun ini dalam momen yang sangat sakral ini di anugerahkan kepada salah seorang tokoh penting di Sumsel saat ini.

Salah satu sosok yang sangat layak menerima gelar adat tersebut menurut cek wan adalah tokoh perempuan yang saat ini punya jabatan besar di Sumsel, beliau adalah Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, S. Ag., M. Si. Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Mengapa Prof Nyayu Khodijah layak terima gelar adat dari KPD, ada beberapa hal besar yang menurut hemat saya ada beberapa point penting yang dapat di pertimbangkan yakni :

Baca Juga:  Tidak Jaim, Pulang Kunker Gubernur Sumsel Makan di Warung Kaki Lima

Pertama, beliau adalah Rektor IAIN / UIN RF sepanjang sejarah nya yg mempunyai darah asli Kesultanan Palembang Darussalam yakni gelar Nasab beliau yang terdapat di depan nama beliau yaitu Nyayu menandakan jelas bahwa beliau adalah Bangsawan Palembang Darussalam asli.

Kedua, beliau adalah Rektor yg di kampus nya yang ia pimpin adalah kampus untuk taraf Universitas Islam Negeri di Indonesia yg mempunyai distingsi Peradaban Islam Melayu di Nusantara yaitu UIN RF yang tentunya sangat sejalan dg nilai-nilai KPD

Ketiga, beliau Rektor pertama dari kalangan perempuan di IAIN / UIN RF, sepanjang sejarah nya, ini artinya salah satu nilai-nilai KPD yaitu menghargai feminisme yang digagas di zaman Ratu Sinuhun sudah terealisasi di Palembang saat ini dalam konteks Pimpinan Perguruan Tinggi Islam di Kementerian Agama dan di jabat oleh Zuriat KPD.

Dari ketiga hal tersebut dan beberapa hal-hal lainnya yang dapat kita gali nantinya sudah barang tentu saya rasa, Prof. Nyayu Khodijah layak terima gelar adat dari Kesultanan Palembang Darussalam.

Di samping itu kalau kita melihat ke masa lalu, ketika Kesultanan Palembang Darussalam akan di bangkitkan kembali di tahun 2003, kegiatan-kegiatan menuju kebangkitan itu seperti Musyawarah Adat dan Seminar Ilmiah yang lakukan dengan memakan waktu dan proses yang panjang di lakukan di UIN Raden Fatah Palembang yang pada waktu itu IAIN Raden Fatah Palembang, jadi secara tidak langsung IAIN RF adalah saksi bangkitnya KPD di tahun 2003. Untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan sinergitas Kesultanan Palembang Darussalam dan UIN Raden Fatah Palembang secara berkelanjutan suatu simbol yang yang tepat menurut saya yaitu pemberian gelar adat kepada beliau, Prof. Nyayu Khodijah,

Baca Juga:  Bangga Booth Kemenpar, Sumsel Optimis Usung Sport Tourism

“Ini hanya usulan dari saya, kalau yang mulia SMB IV berkenan untuk merealisasikannya Alhamdulillah, dan jikalau nantinya memang Yang Mulia “ACC” semoga juga Prof Nyayu Khodijah nya berkenan menerima gelar adat tersebut, “kata  Cek Wan.

Untuk penamaan gelar apa nanti mungkin yang layak untuk beliau Prof Nyayu Khodijah, itu sepenuhnya kita serahkan kepada Kesultanan Palembang Darussalam di bawah komando Sultan Mahmud Badaruddin IV Fawwaz Diraja dan para Pangeran – Pangeran di Kesultanan Palembang Darussalam, apakah nanti mungkin gelar nya “Ratu Agung” , atau “Ratu Sinuhun.

“Kita tidak boleh mendikte yang mulia Sultan terkait itu, itu sepenuhnya Hak beliau dan para Pangeran di Kesultanan Palembang Darussalam,” kata  Cek Wan akhiri usulannya.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...