PKB Sumsel Dorong Milenial Berpartisipasi di Pemilu 2024

31
Suasana diskusi kepemiluan yang digelar Netfid Sumsel, di Guns Caffe Palembang, Jumat (4/2). (BP/Dudy Oskandar)

Palembang, BP- Sejumlah Partai Politik (Parpol) mulai menyiapkan diri menyusul adanya keputusan bersama waktu pelaksanaan pemilu 2024 oleh Pemerintah, DPR, KPU dan Bawaslu beberapa waktu lalu. Salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah memanaskan mesin partai untuk menyongsong pemilu mendatang.

 

“Setelah diputuskan pemerintah dan DPR, PKB sudah mempersiapkan diri menghadapi pilpres dan pemilihan legislative,” kata Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan usai hadir sebagai narasumber pada diskusi kepemiluan yang digelar Netfid Sumsel, di Guns Caffe Palembang, Jumat (4/2).

Menurutnya, selain menyiapkan mesin partai, pihaknya juga menyiapkan strategi dalam menghadapi berbagai persoalan dalam pemilu.

 

Pemilu serentak 2019, kata Ramlan menjadi acuan pihaknya dalam menghadapi pemilu serentak 2024 mendatang.

Baca Juga:  Pancasila Mendorong Kita Bermusyawarah dan Mufakat

 

PKB Sumsel juga mendorong kaum milenial untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Bahkan PKB telah membuka diri agar milenial mencalonkan diri sebagai calon legislative dari partainya.

 

“Kita ingin kaum milenial yang jumlahnya 57 persen lebih ini untuk berpartipasi dalam pesta demokrasi, mereka tak harus bergabung dengan partai, tapi bisa berpartipasi dan peduli pada pemilu sudah bagus. Paling tidak mereka bisa jadi pengawas eksternal pemilu,” kata Ramlan Holdan.

 

Nara sumber lain Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin menyatakan, pada tahun 2024 mendatang menjadi kesempatan bagi kaum millienial untuk menjadi peserta pemilu maupun pemantau pemilu.

 

“Artinya ini akan menjadi kesempatan bagi kaum milenial untuk ikut serta baik sebagai penyelenggara maupun sebagai caleg,” kata Amrah.

Baca Juga:  Pelajar Ini Kena Amuk Massa

 

Menurutnya, untuk menjadi caleg, milenial memiliki kesempatan karena tidak semua pemilih itu terpengaruh dengan money politic.

 

“Tidak semua orang terpengaruh dengan uang maupun sembako untuk dipengaruhi memilih caleg tertentu,  dan 52 persen pemilih milenial pada tahun 2024 manfaatkan momentun  ini untuk menjadi peserta pemilu langsung,”kata dia.

 

Sementara pihaknya juga akan merekrut kaum milenial untuk pemantauan pemilu, oleh karena itu ini akan menjadi kesempatan bagi kaum milenial untuk menjadi pemantau.

Sedangkan Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menilai pemilu adalah milik rakyat , kedaulatan ada di tangan rakyat.

Baca Juga:  Meski Perolehan Suara Terjun Bebas, PDIP Klaim Pemenang Pileg 2019 di Sumsel

“ Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat yang kita semua harus memanfaatkan hak pilih  kita memilih pemimpin dan wakil rakyat untuk pembangunan lima tahun kedepan, dan Bawaslu mengajak kalangan mahasiswa menjadi pengawas partisipatif, karena Bawaslu memiliki 26 ribu pasang mata untuk mengawasi pemilu seluruh Sumsel , sudah pasti ini terbatas, sehingga seluruh masyarakat harus menjadi pengawas di lingkungannnya, ditempat dia tinggal  yang memungkinkan terjadinya pelanggaran pemilu,” katanya.

Mantan Anggota KPU PalembangAbdul Karim Nasution berharap Netfid tidak panas diawal kemudian ketika  2024 tidak kelihatan gaungnya.

“ Jangan berhenti hanya sampai disini harus terus berlanjut , bidang Netfid kepeduliannya untuk demokrasi pemilu,” katanya.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...