Meski Perolehan Suara Terjun Bebas, PDIP Klaim Pemenang Pileg 2019 di Sumsel

Ketua DPD PDIP Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas didampingi
Bendahara DPD PDIP Sumsel Yuda Rinaldi ditemui di kantor DPD PDIP Sumsel, Sabtu (18/5).
Palembang, BP
Perolehan kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 tahun ini terjun bebas dibanding pileg 2014 lalu.
Hal ini disebabkan sesuatu yang anomali dimana selama pemilu legislatif dan pemilu presiden pihak DPD PDIP Sumsel setiap dua bulan sekali melakukan survey untuk meriset kondisi perkembangan politik di Sumsel.
Namun yang mengejutkan dimana survey H- dua minggu posisi PDIP diangka 18 persen dan sebagai pemenang pemilu di Sumsel walaupun pilpresnya tidak bagus Namun angka hasil pilpresnya dengan survey terakhir sama yang berbeda ditingkat partai politik.
“ Jadi ditingkat partai politik ini ada perubahan yang luar biasa dari survey dua minggu terakhir, kalau melihat situasinya seharusnya pemenang pemilunya PDI Perjuangan diperingkat keduanya Gerindra dan diperingkat ketiganya Partai Golkar, tapi ternyata untuk di tingkat DPR RI pemenang pemilunya malah Gerindra untuk Sumatera Selatan, peringkat kedua partai Golkar, peringkat tiga Nasdem baru keempat PDI Perjuangan, ini ada perubahan yang siknifikan dari hasil survey H-2 minggu,” kata Ketua DPD PDIP Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas didampingi Bendahara DPD PDIP Sumsel Yuda Rinaldi ditemui di kantor DPD PDIP Sumsel, Sabtu (18/5).
Namun agak berbeda di tingkat Provinsi untuk suara, PDI Perjuangan menurut Giri , tidak berbeda dengan Partai Golkar akan tetapi pemasalahannya ada di kursi, dimana Golkar meraih 13 kursi, PDI Perjuangan kehilangan dua kursi di dapil kota Palembang B dan Dapil VI (Muaraenim, Pali dan Prabumulih).
“ Karena perubahan metode perhitungan ini menyebabkan daerah yang biasanya dapat beberapa kursi ini malah kita tidak dapat kursi, seperti di dapil VIII (Mura, Lubuk Linggau, Muratara), kita pemenang disana suara , PDI Perjuangan disana paling tinggi tetap tidak bisa dua kursi, Prabumulih, Pali dan Muaraenim sama, bahkan di dapil pak Yudha Rinaldi ( Bendahara DPD PRIP Sumsel) Palembang A kita tidak bisa dua kursi walaupun pemenang pemilu ditempat pak Yuda,” katanya.
Sedangkan menurut Giri, di Musi Banyuasin Partai Golkar menang sedikit dengan PDI Perjuangan selisih 3800 , menurutnya, Golkar mendapatkan kursi kedua dan di Banyuasin Golkar tinggi sedangkan di OKU Selatan dan OKU induk suara Golkar sangat siknifikan.
Walaupun dengan kondisi demikian pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang masih memilih PDIP.
“ Artinya dari 1,8 juta pemilih Jokowi di Sumsel hampir 600 ribu lebih yang memilih PDI Perjuangan dan bandingkan tahun lalu suara kita turun 120 ribuan, karena Jokowi tahun 2014 di Sumsel mendapatkan 2 juta lebih di Sumsel selisihnya 4851 suara , kalau sekarang selisihnya 40,39,7 dimana suara Jokowinya 39,7 persen, Prabowo 60,3 persen di Sumsel,” katanya.
Mengenai apakah ada pengaruh Pilpres di Pileg di Sumsel menurutnya kemungkinan besar ada.
“Seperti di kota Palembang pak Prabowo menang telak kita terpaksa kehilangan kursi Ketua DPRD kemudian di OKI biasanya kita menang banyak tapi karena tekanan pilpres juga sama kita kehilangan dua kursi, Dapil Prabumulih , Pali, tingkat kabupaten Muaraenim kita hilang satu kursi, kota Prabumulih bertambah satu, untuk Pali kita bertambah satu tapi secara off roll tingkat provinsi dan pusat turun drastis karena efek pilpres berpengaruh terhadap,” katanya.
Begitu juga di dapil Lahat, Pagaralam , Empat Lawang PDIP terjadi kemunduran suara begitu juga tiga OKU terjadi penurunan suara juga .
“ Untuk DPRD Provinsi dari 13 kursi kita ada 11 kursi dan dikabupaten kota dari 90 kursi tinggal 88 kursi hilang 2 kursi, jadi ada yang berkurang dan ada yang bertambah seperti kita dapat Empat Kursi di daerah Mura dapat dua kursi , Lubuk Linggau satu kursi dan Muratara satu kursi, Pali nambah satu kursi, Prabumulih nambah satu kursi,” katanya.#osk