
Pelaku pembunuhan Abdul Hafis (34) warga Perumahan Yuka Sukabangun, Kecamatan Sako, Palembang (tengah)(BP/IST)
Palembang, BP- Pelarian Mardani alias Dani Gondrong (48) warga Lorong Fajar, RT 14, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT II, Palembang akhirnya berujung kekantor polisi.
Pelaku pembunuhan Abdul Hafis (34) warga Perumahan Yuka Sukabangun, Kecamatan Sako, Palembang yang tewas di tikam pelaku terjadi di Lorong Fajar, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT II, Palembang, pada hari Minggu (23/1) sekira pukul 15.30 ditangkap tim beguyur bae Opsnal Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Sabtu (29/1) malam di kawasan Penginapan Himalaya, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka tusukan senjata tajam (Sajam) jenis pisau pada bagian dada sebelah kiri sebanyak 3 kali.
Polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti (BB) terkait kejadian ini berupa 1 helai baju tanpa lengan warna hitam merek Air Jordan milik tersangka yang di pakai pada saat kejadian, 1 helai celana jeans dan baju lengan panjang milik korban yang di pakai pada saat kejadian, 1 bilah potongan pisau, 1 buah sarung senjata tajam yang terbuat dari kertas, dan Hasil Ver (Visum Et Revertum).
Tersangka Dani Gondrong mengaku nekat membunuh korban lantaran kesal dengan korban yang selalu mengejeknya pada saat sedang bermain judi. Bahkan korban menantang tersangka, walaupun tersangka sedang kesal.
Lalu tersangka pergi kebelakang rumah untuk mengambil pisau, kemudian mengejar korban sampai di TKP menusuk korban sebanyak 3 kali di bagian dada sebelah kiri. Hingga akhirnya korban meninggal dunia di TKP, dan tersangka langsung melarikan diri ke Kota Tanggerang.
“Awalnya kami berempat main judi capca saki, saya kalah judi sebanyak Rp 500 ribu, lalu korban ini ingin berhenti dan saya minta uang Rp 20 ribu karena saya sudah kalah banyak. Tetapi malah korban menantang sambil berkata ‘mau apa kamu tidak senang, ambilah pisau saya tunggu di sini’. lalu saya pulang ke rumah mengambil pisau, korban masih menunggu di TKP,” kata Residivis kasus pembunuhan ini.
Setelah mengambil pisau dari rumah langsung pelaku menuju ke lokasi kejadian menemui korban. “Korban masih menunggu di sana, lalu saya tusukkan saja pisau ke dada korban sebanyak 3 kali, korban tidak melawan saat itu. Korban juga sempat disuruh pergi oleh pacar saya, sebelum saya menusuk dia, tetapi korban tidak mau pergi. Kalau saja saat itu dia pergi dari sana, tidak mungkin terjadi saya menusuk dia,” katanya.
Usai menusuk korban, menurut tersangka, dia tidur di Langgar pinggir sungai kawasan Musi IV.
“Besok siangnya saya berangkat ke Tangerang menunggu mobil bus naik di pintu tol diantar pacar saya, tetapi di sana saya tidak tenang karena teringat dengan ibu saya di Palembang, saya kasihan meninggalkannya dan adik bungsu saya, tidak ada yang mengurusnya,” katanya.
Saat ditanya potong rambut, tersangka mengaku hanya memotong saja biar terlihat lebih segar.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail dan Kasubnit Opsnal Ranmor, Iptu Jhony Palapa mengatakan benar tersangka dalam perkara Pasal 338, 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sudah di amankan oleh Opsnal Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang.
“Alhamdulillah setelah kita melakukan pengejaran, dibantu warga dan keluarganya, sebelum diamankan tersangka sempat melarikan diri ke kota Tanggerang, akhirnya berhasil kita amankan. Dan saat ini sedang kita dalami terkait aksinya, setelah didalami tersangka sendiri pernah terkait kasus yang sama di tahun 2011,” kata Kompol Tri Wahyudi, Senin (31/1).
Untuk motif pembunuhan, lanjut Kompol Tri Wahyudi mengatakan bahwa tersangka sedang bermain judi kartu Remi dengan korban, lalu tersangka meminta uang kepada korban tetapi tidak di beri, lalu tersangka minta lagi sebanyak Rp 20 ribu, masih tidak diberi.
“Lalu terjadilah cek cok mulut dulu, dan juga karena di pengaruhi minuman keras akhirnya tersangka mengambil pisau lalu menusukkan ke bagian dada korban sebanyak 3 kali,” katanya.
Saat dalam pelarian tersangka sempat mengubah penampilan nya dengan memotong rambutnya. “Dengan tujuan untuk mengelabui polisi, tersangka sempat memotong rambutnya dalam pelarian ke kota Tangerang,” katanya.#osk