Dua Nisan Kuno Ditemukan di Tanjung Barangan, Ini Penjelasan Kepala Balar Sumsel

192
Dua  lagi nisan kuno yang awalnya berada dilokasi penggalian untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16, tepatnya di Komplek Pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir, Palembang  kembali ditemukan, kini berada di kantor Balai Arkeologi Sumsel, Kamis (20/1).(BP/Dudy Oskandar)

Palembang, BP—Dua  lagi nisan kuno yang awalnya berada dilokasi penggalian untuk pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16, tepatnya di Komplek Pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir, Palembang  kembali ditemukan.

Sebelumnya saat penggalian dilakukan ditempat tersebut , ditemukan empat batu nisan kuno yang saat ini sudah disimpan  Dinas Kebudayaan Kota Palembang.

Untuk dua nisan ini ditemukan di kawasan Tanjung Barangan Palembang di lokasi pembuangan tanah pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16, tepatnya di Komplek Pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir, Palembang .

Baca Juga:  Situs-situs Kerajaan Sriwijaya Memprihatinkan

Kedua nisan tersebut ditemukan Kai warga Tanjung Bakia, Tanjung Barangan, Palembang.

Namun Kepala Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Wahyu Rizky Andhifani mengkonfirmasi kepada pihak PT Waskita Karya, bahwa Tanjung Barang bukan tempat pembuangan galian tahan yang direkomendasikan.

“Kita sudah konfirmasi ke Waskita ada empat tempat yang direkomendasikan untuk pembuangan galian tanah yaitu di Gandus, OPI, Jakabaring dan Mata Merah,” kata Wahyu di Kantor Balar, Kamis (20/1).

Baca Juga:  Sumsel Banyak Memiliki Pahlawanan Yang Layak Dijadikan Pahlawan Nasional

Menurutnya, keterangan terbaru tanah timbunan tersebut memang dibawa dari kawasan galian IPAL tersebut. Tanah tersebut dibawa karena untuk menimbun di sekitar rumah Kai, warga yang menemukan nisan tersebut.

“Berdasarkan informasi yang ada nisan tersebut ditemukan sebelum viralnya empat nisan di media-media. Karena yang menemukan ini awalnya tidak tahu harus melaporkan kemana, maka setelah viral baru berinisiatif untuk lapor,” katanya.

Sementara itu terkait dua nisan yang baru ditemukan tersebut masih dalam proses penelitian sementara nisan yang terbaca berisikan, kepada Rahmatullah Nuraini Binti Haji Abdurrahman.

Baca Juga:  Temuan Empat Nisan Kuno, Balar Sumsel Segera Buat Rekomendasi ke Pemkot Palembang

Wa Kaana Wafatuha Khomsatu Wa Isyriina Dzul Qa’idah Sanah Alfin Wa Tsalaatsu Mi’atin Wa Asyroh Ba’da Hijrotinnabiy Shalallahu Alaihi Wa Salam telah wafat pada 25 Dzul Qa’idah tahun 1310 Hijriyah

“Untuk bacaan lengkapnya besok akan diinformasikan lebih lanjut. Kami juga mengimbau kepada masyarakat kalau yang merasa ini nisan kuburan keluarganya silakan datang ke Balar atau Dinas Kebudayaan Kota Palembang,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...