
Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Sumsel Erza Saladin
Palembang, BP– Usulan ambang batas presiden atau Presidential Threshold (PT) 0 persen kini menjadi wacana pembahasan di tingkat nasional
Bagi Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Erza Saladin , dengan 0 persen ini suara publik Indonesia bisa tersalurkan semua diputaran pertama, lalu di putaran kedua baru boleh head to head calon.
“ Kedua menghindari keterbelahan anak bangsa ini terlalu meruncing head to head sejak awal , lebih baik kita bertahap, artinya terjadi ekskalasi politik bertahap,” katanya, Kamis (23/12).
Dan ketiga menurutnya akan lebih banyak opsi bagi pemilih Indonesia memilih calon Presiden.
“ Kita ingin ada calon presiden itu mohon maaf, yang pernah menjadi Gubernur, pernah jadi apa gitu , apa pimpinan BUMD yang berhasil , jadi dia tidak dibawah kendali para pihak yang tidak ingin itu terjadi, “ kata mantan anggota DPRD Sumsel ini.
Dirinya terhenyuh dengan pernyataan ketua KPK Firli Bahuri , yang menamsilkan ada dua kabupaten kota di Sumsel , efek dari demokrasi yang mahal, efek dari demokrasi yang luar biasa ini terjadi sesuatu yang tidak baik di dua kabupaten tersebut.
“ Dan ini bersesuaian dengan agenda besar dari Partai Gelora, bahwa kita menyakini kampanye berbasis literasi ini yang harus dikedepankan kedepan , dan alhamdulilah keterpilihan Partai Gelora saat ini berdasarkan Vox Poluli kemarin itu 1,4 persen udah ada diatas salah satu partai yang punya kursi di parlemen DPR,” katanya.
Dan yang menggembirakan pihaknya orang yang menentukan pilihannya ke Partai Gelora karena 70 persen mengatakan , kalau Partai Gelora menghadirkan misi perubahan yang nyata yaitu menjadikan Indonesia menjadi kekuatan 5 besar dunia.
“ Kami sangat sepakat sekali PT 0 persen ini ,” katanya.#osk