Tapal Batas Banyuasin- Palembang di Desa Talang Buluh dan Gandus Tinggalkan Masalah

Palembang, BP- Desa Talang Buluh, Banyuasin yang tembus ke Gandus kota Palembang dimana status perbatasan dua daerah tersebut sampai hari ini tidak jelas, hal ini dipertanyakan oleh pihak DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“ Ini jadi pertanyaan, ini sudah berlarut-larut , sudah sekian kali gubernur, setelah pemekaran Banyuasin dari Musi Banyuasin (Muba),” kata anggota DPRD Sumsel Dapil X Banyuasin yang juga Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Susanto Adjis, Rabu (15/12).
Dampaknya menurut politis PDI Perjuangan ini status kepemilikan tanah, lalu soal KTP dan lain-lain.
“Ini harus diperjelas dan jujur saja investasi jalan di daerah itu, ini titik tolaknya awalnya harus jelas dulu soal perbatasan ini,” katanya,
Informasi terakhir menurutnya pihak kementrian sudah turun dan tinggal Pemerintah Provinsi Sumsel yang akan mengeksekusinya .
“ Aku akan berkoordinasi dengan Ketua DPD dan Wakil Ketua DPRD sebelah , maka fraksi akan berinisiatif untuk memanggil pemerintah yang notabene Biro Pemerintahan untuk nanti bisa berdiskusi dengan Fraksi PDI Perjuangan untuk menyangkut soal tapal batas,” katanya.
Rupanya sengketa tapal batas ini menurutnya bukan terjadi di Banyuasin tapi tempat lain di Sumsel juga terjadi.
Selain itu soal daerah Tegal Binangun dimana sepanjang jalannya kini dia lihat banyak sampah yang membuat resah masyarakat.
“ Untuk tapak batas Tegal Binangun aman-aman saja,” katanya.
Terkait sampah ini menurutnya berkaitan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dimana TPA yang ada di Palembang ini hampir keseluruhan penuh, tinggal tergantung TPA yang ada di Keramasan.
“ Kalau TPA Keramasan itu penuh, susah kita,” katanya.#osk