DPRD Sumsel Sebut 2 Jutaan Warga Sumsel Baru di Vaksin

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs H Syaiful Padli,ST,MM
Palembang, BP- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan hingga Desember 2021 , sekitar 6,2 juta warga yang harus divaksin , ternyata hingga hari ini baru sekitar 30 persen warga Sumsel yang divaksin atau sekitar 2 jutaan lebih warga di Sumsel baru di vaksin.
“Artinya untuk menuju ke akhir Desember harus ada langkah-langkah yang ekstra salah satunya tadi dengan jemput bola untuk memvaksin warga, jemput bola dengan tidak hanya mengandalkan puskesmas, orang-orang puskesmas vaksinatornya terbatas jumlahnya,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli, ketika ditemui di DPRD Sumsel, Kamis (21/10).
Politisi PKS ini menyarankan agar sentra vaksin sebanyak di sebar di Sumsel salah satunya dengan mobil vaksin.
Hal ini di perparah dengan kurangnya kuota vaksin Sumsel namun dengan kunjungan Komisi V DPRD Sumsel ke Kementrian Kesehatan RI beberapa waktu lalu menurutnya kuota vaksin Sumsel bertambah dari 365 ribu perbulan perdosisi sekarang sudah hampir 500 ribu perbulan/dosis yang ada di Sumsel.
“ Tapi untuk menuju ke 12,7 juta dosis , kita baru sekitar 2,2 juta orang yang di vaksin , artinya Sumsel harus menyuntik 3,3 juta orang perbulan , sedangkan kita baru 500 ribu,” katanya.
Selain itu , menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel ini, pihaknya meminta agar Operator Smile yang ada di setiap dinas kesehatan (Dinkes) tiap daerah setiap hari harus mengupdate jumlah vaksinasi yang dilakukan di daerahnya masing-masing .
“ Karena level Covid-10 indikatornya salah satunya jumlah berapa banyak orang yang di vaksin, Sumatera Selatan hari ini baru 34 persen di vaksin , untuk menuju level 1 dia harus warga divaksin sudah 70 persen, kalau di Palembang sudah lebih dari 50 persen dan masuk level II,” katanya.
Karena menurutnya , kalau sudah mendekati 70 persen lebih yang di vaksin di kota Palembang maka Palembang masuk level 1.
“ Jadi yang bisa membuat perubahan level covid-19 salah satunya jumlah tingkat vaksinasinya dan Komisi V setiap kali melakukan kunjungan kerja ke daerah selalu mempertanyakan operator Smile dan di beberapa daerah operator Smilenya tidak update, salah satu kabupaten yang kami datangi ternyata tidak melakukan update kendalanya sinyal, laporan puskesmas yang lambat masuk sehingga mempengaruhi jumlah yang di vaksin dan memperngaruhi level daerahnya,” katanya.
Pihaknya menghimbau kepala Dinkes seluruh Sumsel untuk mempercepat vaksin kepada warga.
“ Dua minggu lalu kami ke Dinkes Jabar ternyata di sana vaksin sudah hampir 60 persen, Pemprov Jabar menggandeng CSR perusahaan nasional dan mereka mendapatkan 100 mobil vaksin , mobil ini keliling ke warga-warga ,kalau selama ini Puskesmas keterbatasan vaksin dengan adanya mobil vaksin ini warga tidak susah-susah mendatangi Puskesmas,” katanya.#osk