Wali Kota Palembang Klaim Banjir Terjadi Akibat Gotong Royong Terhenti

65

Palembang, BP – Palembang diguyur curah hujan dengan intensitas yang tinggi pada Rabu (1/9).

Akibat intesitas hujan yang tinggi tersebut membuat debit air tak mampu diatasi pompa dan membuat sejumlah wilayah di Palembang banjir.

Tak hanya itu, muncul beberapa titik genangan baru seperti di Bukit, Kecamatan Ilir Timur I dan Simpang DPRD Kota Palembang.

Wali Kota Palembang H. Harnojoyo mengklaim terjadinya banjir di sejumlah titik disebabkan kegiatan gotong royong masyarakat terhenti.

Baca Juga:  Mediasi Perkara PMH Terkait  Sengketa Lahan Eks Cineplex Palembang Gagal, Kuasa Hukum penggugat Hambali Mangku Winata SH MH Tuding : “ Mereka Tidak Miliki Etikat Baik”

“Jadi genangan air berpengaruh karena curah hujan tinggi. Titik-titik baru (banjir) terjadi karena selama masa pandemi ini kita tidak melakukan gotong royong. Saluran kita banyak sampah dan aliran air terhambat,” ujarnya di Palembang, Kamis (2/9).

Ia mengatakan aktivitas gotong royong terhenti karena masih dalam kondisi pandemik Covid-19 yang tidak dianjurkan untuk mengumpulkan kerumunan.

Padahal katanya gotong royong membutuhkan tenaga banyak orang untuk membersihkan saluran air.

Baca Juga:  Sudah 11 Negara Lolos Piala Dunia 2022

“Karena kan kita mengurangi kerumunan. Sedangkan gotong royong butuh orang yang membantu sebanyak-banyaknya,” lanjut Harnojoyo.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan selain pengaruh program gotong royong dari Pemerintah Kota (Pemkot) yang belum efektif lagi, genangan air turut dipengaruhi pembangunan di sepanjang jalan aliran Sungai Sekanak Lambidaro.

“Soal banjir dan pembangunan ini sudah kita koordinasi dengan Balai Jalan. Rencana ke depan bakal ada kolam retensi tambahan untuk aliran air,” timpalnya.

Baca Juga:  Jabatan Jajaran Polrestabes Palembang di Serahterimakan

Harnojoyo mengaku, banjir dan genangan air yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga disebabkan kinerja pompa air yang tak berfungsi efektif.

Diketahui kemampuan pompa menahan air tidak maksimal karena mengalami mati listrik.

“Kita akan evaluasi masalah pompa ini. Memang kalau curah hujan tinggi seharian, debit air tidak tertampung. Makanya kita lanjutkan pengerjaan kolam retensi untuk menampung air,” tandasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...