Tercatat Dalam Sehari di Palembang, Mencapai 30 Orang Meninggal Akibat Covid-19

25

Palembang, BP – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Palembang akan berakhir pada 9 Agustus mendatang.

Namun, sayangnya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 di kota Palembang terbilang masih tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat angka kematian akibat COVID-19 mengalami peningkatan.

Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan menyebut dalam sehari, pasien meninggal mencapai 30 orang. Rata-rata mereka adalah pasien bergejala sedang hingga berat.

Baca Juga:  “Tinggal Mendekatkan Diri Pada Allah SWT”

“Biasanya angka peningkatan kematian berkisar 5 hingga 10 kasus. Namun sejak beberapa pekan terakhir, angka kematian naik dua kali lipat,” ujarnya, dikutip dari IDN Times, Kamis (05/08).

Berdasarkan data hingga 3 Agustus 2021 kemarin, total kasus meninggal karena COVID-19 di Palembang menyentuh angka 898 orang. Pasien yang meninggal dominan setelah menjalani rawat inap di rumah sakit rujukan COVID-19.

“Tapi angka tiap rumah sakit fluktuatif dan selalu berubah-ubah,” kata dia.

Baca Juga:  Diduga Depresi Ditinggal Istri, Jhon Heri Gantung Diri

Sebanyak 681 pasien meninggal berasal dari rumah sakit, dan sisanya meninggal saat isolasi mandiri (isoman).

Angka kematian tertinggi terjadi di RSMH sebanyak 162 kasus, RSK Charitas ada 127 kasus, RSUD Bari 81 kasus, dan RS Hermina sebanyak 69 kasus.

“Sisanya dari Rumah Sakit Bhayangkara, Siti Khadijah, Siti Fatimah, Pusri, Rumah Sakit Pelabuhan, Pertamina, dan Rumah Sakit Bunda. Serta dari beberapa faskes lainnya,” timpal dia.

Baca Juga:  Hanura Palembang Resmi Dukung Pasangan H Mularis Djahri- Hj Lury Elza Alex Noerdin

Dari data simtomatik atau berdasarkan gejala yang timbul, kebanyakan pasien yang meninggal tanpa penyakit penyerta sebanyak 223 kasus. Sedangkan pasien dengan komorbid mencapai 194 kasus.

“Lalu untuk hipertensi ada 153 kasus, dan sisa lainnya dari penyakit diabetes militus, jantung, penyakit paru obstruktif kronik, gagal ginjal kronis, dan terakhir stroke,” tandasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...