Wilayah Indonesia Tak Akan Terjadi Gelombang Panas, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang
Palembang, BP – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan respon terkait kondisi gelombang panas yang terjadi di dunia.
Pada saat ini, gelombang panas terjadi di sejumlah negara.
Bahkan baru-baru ini tersebar video menegangkan terjadinya gelombang panas di Turki.
Gelombang panas saat ini setidaknya sudah terjadi di wilayah negara Amerika Utara seperti British Kolombia, Kanada.
Terkait hal tersebut, BMKG menenangkan masyarakat dan berujar jika gelombang panas tidak akan terjadi di Indonesia.
Menurut BMKG, wilayah Indonesia memiliki karakteristik perubahan cuaca yang cepat, sehingga fenomenal cuaca gelombang panas dapat dikatakan tidak akan terjadi.
“Perbedaan karakteristik dinamika atmosfer, maka dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan gelombang panas tersebut,” kata BMKG dalam pernyataan tertulis, dikutip dari laman PMJ News.
Selain itu, BMKG juga mencatatkan terkait suhu maksimum yang terjadi di Indonesia pada 30 Juli 2021. Indonesia mencatatkan suhu maksimum antara 24-35,4 derajat celcius.
Suhu maksimum sekitar 24 derajat celcius terjadi di bagian tengah Papua, dan maksimum mencapai 35.5 derajat celcius terjadi di Kalimarau, Berau.
BMKG mengatakan catatan suhu maksimum tersebut masih dianggap normal mengingat perubahan suhu harian bergantung pada kondisi cuaca atau awan di suatu wilayah.
Pada saat ini, untuk periode Maret-September, angin timuran identik dengan musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
“Yang terjadi di wilayah Indonesia adalah kondisi suhu panas harian yang umumnya terjadi di wilayah tropis, yang disebabkan oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari dan relatif menguat pada saat posisi semu matahari berada di sekitar ekuatorial,” ujar BMKG. #ric