Sebungkus Kopi Dapat Dijual 1 Juta Lebih di Korea Utara

32
Ilustrasi. net

Korut, BP–Beredar informasi bahwa harga beberapa kebutuhan pokok meningkat drastis di Korea Utara.
Penduduk setempat mengungkapkan bahwa barang-barang nonpokok seperti sebungkus kecil teh hitam dapat dijual dengan harga sekitar US$70 atau Rp1 juta. Sedangkan sebungkus kopi dapat dijual lebih dari US$100 atau Rp1,4 juta.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tengah menghadapi masalah besar saat ini. Negaranya mengalami krisis pangan dengan pasokan makanan menipis.

Kim Jong-un mengakui bahwa krisis pangan Korea Utara lebih parah dari yang dilaporkan, dalam pertemuan baru-baru ini, Kim mengatakan pasokan makanan Korea Utara dalam keadaan “tegang”.
“Pasokan makanan Korea Utara menjadi genting dan semakin tegang,” kata Kim, menurut kantor berita KCNA, Senin, (21/6/21).

Baca Juga:  Nama-nama Besar Bermitra Strategis Dengan Kemenpar

Sektor pertanian masih belum pulih dari kerusakan akibat badai tahun lalu. Sedangkan, mengganti pasokan pangan domestik dengan impor kemungkinan akan sulit, karena sebagian besar perbatasan tetap ditutup akibat pembatasan COVID-19.

Di ibu kota Pyongyang, harga beberapa barang kebutuhan pokok dilaporkan meroket. Para ahli mengatakan, harga beras dan bahan bakar relatif stabil, tetapi bahan pokok impor seperti gula, minyak, kacang kedelai, dan harga tepung telah naik.

Baca Juga:  Max Verstappen Raih Posisi Pole di Grand Prix Spanyol

Harga beberapa bahan pokok yang diproduksi secara lokal juga melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Harga kentang naik tiga kali lipat di pasar Tongil yang terkenal, di mana penduduk lokal dan warga asing dapat berbelanja, kata penduduk Pyongyang.

Kim tidak mengungkapkan skala kekurangan pangan negaranya, namun Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) baru-baru ini memperkirakan Korea Utara kekurangan sekitar 860.000 ton makanan, atau setara dengan lebih dari dua bulan pasokan nasional.

Baca Juga:  Kim Jong Un Ucapkan Selamat HUT RI ke Jokowi

Krisis pangan di Korea Utara dimulai pada musim dingin 2020 dan 2021 yang merupakan dampak dari penurunan impor akibat pandemi. #rid

Komentar Anda
Loading...