Dua Bajing Loncat Dihadiahi Pelor

Dua bajing loncat, Sandra (31) dan Zaini (34) warga Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap. (BP/IST)
Palembang, BP- Dua bajing loncat, Sandra (31) dan Zaini (34) warga Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang, beberapa jam usai keduanya beraksi di Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang, Selasa (8/6) siang.
Keduanya mengambil 5 keping getah karet milik korban Budi Santoso (36) warga Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.
Saat kejadian sopir korban sedang mengangkut getah karet menuju pabrik karet di Kecamatan Gandus Palembang, Selasa (8/6) sekira pukul 05.30 saat melintas di TKP, mobilnya disatroni dua pelaku bajing loncat yang mengambil 5 keping getah karet dari atas mobil truk yang dikemudikannya.
Tim beguyur bae dipimpin Kasubnit Opsnal Ranmor Ipda Jhony Palapa yang menerima laporan dari korban langsung bergerak cepat, melakukan penyelidikan dan pengejaran kepada kedua pelaku. Tak butuh waktu lama kedua pelaku berhasil diringkus dirumahnya masing masing, Selasa (8/6) sekira pukul 11.30.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail membenarkan sudah mengamankan 2 pelaku bajing loncat. “Pelaku sudah diamankan saat beraksi oleh Unit Ranmor yang sedang patroli hunting, dan diamankan juga barang bukti 5 keping getah karet hasil curian,” kata Tri di ruang kerjanya, Rabu (9/6).
Tri juga menghimbau kepada para sopir yang membawa getah karet untuk lebih berhati hati lagi, dan memperketat keamanan, mungkin dengan lebih kuat mengikat terpal sehingga tidak mudah dibuka.
“Kedepan untuk menjaga keamanan dari para bajing loncat, kita akan lebih tingkatkan patroli bahkan menempatkan personil Reskrim di lokasi yang dianggap rawan kejahatan,” katanya.
Kedua pelaku mengakui perbuatannya sudah mencuri getah karet.
“Terpaksa karena faktor ekonomi, tidak mempunyai pekerjaan tetap, getah karet rencananya di jual lalu uangnya dibagi rata. Dan dipakai untuk keperluan sehari-hari saja,” katanya.#osk