Mengenal Dua Pejuang Asal Lahat, Kolonel Barlian dan Letda Abdul Karim

1,732

Sebagai bukti, hingga kini masih terlihat rumah bergaya Cina yang dibuat tahun 1930 dan pemakaman etnis Cina yang disebut oleh masyarakat setempat sekarang dengan nama kuburan Cina. Hal ini dituturkan tokoh masyarakat Dusun Pasar Lama Desa Tanjung Sakti Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Syaherman (70) dan Pance (32 )

Dalam kunjungan Panoramic of Lahat pada lebaran ketiga, Syaherman dan Pance membawa kami ke kuburan Cina yang berada di Selatan desa berjarak sekitar 1 Km. Disini banyak dijumpai kuburan dengan motif nisan dan tulisan berhuruf Cina.

Baca Juga:  Palembang Diserang Pasukan Inggris Melalui Kapal Induk HMS Illustrious

Bahkan kami temukan kuburan dengan tahun wafat 1930, 1946, 1946 dan terbaru 2017. Etnis Cina yang dikuburkan disini bukan hanya yang meninggal di desa ini, tetapi ada juga yang meninggal di Bengkulu, Jakarta dan Tangerang. Di desa ini juga ada Makam Pahlawan, demikian menurut Syaherman.

Kemudian kami menuju Makam Pahlawan yang dimaksud di pekuburan umum yang berlokasi di seberang jalan kuburan Cina. Disini Syaherman dan Pance menunjukkan sebuah makam dengan keramik berwarna biru. Tertulis di nisan kubur ini Letda Abdul Karim bin Mastanum wafat 18 – 08 – 1947 di front Kuba Lahat.

Baca Juga:  Asap Tak Pengaruh, Investasi Sumsel Masih Kuat

Diceritakan Syaherman, bahwa Letda Abdul Karim Bin Mastanum merupakan pahlawan asal Tanjung Sakti Pumi yang gugur di pertempuran di Desa Kuba Kecamatan Pulau Pinang dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saya sangat bangga sebagai masyarakat Tanjung Sakti, karena ada warga kami yang berperan melawan penjajahan,” tutur Syaherman bersemangat.

Kami juga menemui adik kandung Letda Abdul Karim yang masih hidup dan tinggal di Dusun Pasar Lama Desa Tanjung Sakti namanya Nasabin bin Mastanum yang sudah berusia 96 tahun.

Komentar Anda
Loading...