Wisma Atlet di JSC Kembali Diaktifkan

20
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S., M.M. didampingi Kabiddokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr. Syamsul Bahar, M.Kes. melakukan peninjauan ke Rumah Sehat Covid-19 di kawasan wisma atlet komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (4/6). (BP/IST)

Palembang, BP- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) resmi kembali membuka Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) untuk pasien Covid-19.

“Mulai hari ini Wisma Atlet Jakabaring kembali diaktifkan (dibuka),” kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau Wisma Atlet Jakabaring, Rabu (12/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa hari ini ia memastikan dari apa yang telah dirapatkan di tingkat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam, dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga:  Tito : “Saya Punya Tanggung Jawab Untuk Kesehatan Warga Sumsel, Apalagi Sumsel Ini Kampung Halaman Saya”

“Kita sikapi kondisi fluktuasi penambahan Covid-19 ini. Saya perintahkan untuk membuka tower di Wisma Atlet Jakabaring. Ini tower pertama yang kita buka ada 64 kamar  dengan tiga bed jadi totalnya 192 bed,” katanya

Menurut Deru, jumlah bed di Kota Palembang ada 718 dengan kembali diaktifkannya Wisma Atlet Jakabaring ini jadi hampir 1000, lalu RSMH juga sudah dikontak bahwa mereka sanggup menambah 100 bed lagi, berarti sudah di atas 1000.

Baca Juga:  Pemberian Booster Kedua Covid-19 Dimulai 24 Januari 2023

“Mudah-mudahan apa yang dikhawatirkan tentang data BOR sudah terjawab, tapi ini harus didaftar di aplikasi dulu. Karena sebelumnya sempat dikeluarkan dari aplikasi sebab ada pelandaian kasus, sehingga tidak dibutuhkan banyak ketersediaan bed,” katanya.

Deru mengatakan, bahwa untuk Sumsel saat ini BOR 53 persen di bawah ambang batas yang ditentukan. Apalagi tingkat kesembuhan yang relatif tinggi membuat para pasien segera pulang.

Baca Juga:  Peraturan Presiden Tentang Dana Abadi Bagi LSM; Wujud Komitmen Pemerintah Menjaga dan Memajukan Demokrasi

“Sekali lagi saya sarankan untuk Kabupaten/Kota di luar Palembang jangan langsung dikirim ke Palembang. Sebisanya diatasi di daerah masing-masing terlebih dahulu. Kalau tidak bisa diatasi di daerah baru dikirim  kesini,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...