Sumsel Peringkat Ketiga Angka Kematian Tertinggi Nasional Covid-19

46
Mgs Syaiful Padli (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Berdasarkan  dana Kementrian Kesehatan  RI dan Beritasatu Research  tertanggal 7 Mei 2021 pukul 17.00 , Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menduduki peringkat ke tiga nasional  tingkat kematian tertinggi  kasus Covid-19 dengan  4,9 persen sedangkan posisi pertama di tempati  Jawa Timur dengan 7,3 persen  dan peringkat kedua ditempati Provinsi  Lampung dengan 5,0 persen.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mengaku sedih dan prihatin dengan posisi Sumsel peringkat tiga nasional angka kematian tertinggi nasional.

Politisi PKS ini menilai tingginya angka kematian kasus Covid-10 di Sumsel merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten dan kota di Sumsel untuk tegas menegakkan  protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga:  DPRD Sumsel Berharap Pasar Berkontribusi Positip Bagi Palembang

“Segera tutup mall, pasar dan berikan edukasi kepada masyarakat, jangan hanya masjid di tutup tapi mall dan pasar masih dibuka dan dampaknya adalah tingkat kematian melebihi tingkat nasional,” katanya, Sabtu (8/5).

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta dengan tegas kepada pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel) untuk evaluasi kasus Covid-19 di wilayahnya.

Hal ini terkait meningkatnya angka kematian kasus Covid-19 di Sumsel menjadi 4,93 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional yakni 2,7 persen.

Baca Juga:  SA Supriono Jabat Pj Sekda Sumsel, DPRD Sumsel Tunggu Pembahasan APBD Perubahan 2021

“Mohon maaf. Sekali lagi angka kasus kematian Covid-19 di Sumsel ini masuk di peringkat ketiga secara nasional,” tutur Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Sumsel, Rabu (5/5).

Sementara itu per 4 Mei 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 di Sumsel mencapai 1.417 atau 6,76 persen.

Angka tersebut juga melampaui rata-rata nasional yakni 5,9 persen.

Melihat data lapangan, Doni meminta dengan tegas untuk lakukan evaluasi dan merencanakan strategi penanganan.

“Kalau ada peningkatan maka lakukan evaluasi apa penyebabnya dan lakukan langkah-langkah penanganan. Jangan anggap enteng,” tegas Doni

Baca Juga:  Tutup Akhir Tahun, CPI Gelar Kajian Sejarah Islam

Menurutnya, Pemerintah Sumsel harus mengubah persepsi masyarakat dari terpaksa menjadi sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan cara penguatan literasi masyarakat dengan melibatkan seluruh komponen, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Beri dukungan penuh, Satgas beri bantuan berupa masker KF94 sebanyak 10 ribu lembar, masker kain sebanyak 20 ribu lembar dan handsanitizer ukuran 4 liter sebanyak 25 jerigen.

Per April 2021, Dinas Kesehatan Pemprov Sumsel mencatat peningkatan bed occupancy rate Sumsel dari angka 30 persen menjadi 56 persen dalam satu bulan terakhir.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...