Larangan Mudik, Pemerintah Harus Pikirkan Agar Warga Nyaman Menikmati Lebaran 2021

27
Melkiades Laka Lena

Jakarta, BP–Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengatakan, pro kontra soal Mudik tahun 3022 tidak segaduh tahun 2020. Karena masyarakat yang dilarang mudik mendapat Bansos untuk mencover mereka yang tidak pulang dan terkena dampak langsung dari Covid-19.

Dikatakan Melki, warga yang tidak mudik umumnya masyarakat yang sebagian besar bekerja pada sektor informal.

“Kalau melarang mudik, pemerintah harus memikirkan cara warga yang tidak pulang bisa beraktifitas secara normal pada Ramadan hingga Idul Fitri,ujar Melki di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (8/4).

Baca Juga:  PLTSa Akan Terhubung ke Pembangkit

Anggota DPR Irwan Fecho mengatakan, pemerintah tidak konsisten terhadap kegiatan mudik. Terbukti, tidak ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah secara resmi dari pemerintah mengatur soal Mudik 2021.

Dia mendesak pemerintah menunjukkan komit untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Karena trend sudah sangat jelas, setiap hari hari libur panjang arus mudik tetap berlangsung. Pemerintah harus berani ambil tindakan tegas, walaupun pahit.

Baca Juga:  Sekda Buka Operasi Pasar Murah Pemprov–BI untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Menyambut Idulfitri 1447 H

Pengamat ekonomi INDEF, Enny Sri Hartati menegaskan, kegiatan mudik Lebaran 2021 saat pandemi Covid-19 diprediksi tidak banyak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, pemudik tidak memiliki duit yang cukup untuk belanja.

“Artinya, tidak ada pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibanding dengan resiko soal Covid-19. Kalaupun pergi ke lokasi Wisata, tidak belanja karena membawa bekal dari rumah,” kata Enny.

Baca Juga:  Puan Minta Anggota Fraksi PDI Perjuangan Jaga Amanah Rakyat

Menurut Enny, kegiatan yang dapat membangkitkan ekonomi adalah lapangan kerja, sehingga bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Sekarang mau mudik atau tidak, tidak berpengaruh. Karena masyarakat banyak kehilangan pekerjaan.

Beberapa pengalaman libur panjang pada 2020, lanjut Enny tidak ada peningkatan pengeluaran pada masyarakat.

“Aktivitas ekonomi itu tidak punya dampak terhadap penjualan ritel dan perputaran uang. Sebab daya beli masyarakat anjlok. #duk

Komentar Anda
Loading...