CPI Kunjungi Tugu dan Tempat Bersejarah yang Tertumpuk Ilalang

38

Palembang, BP

Palembang merupakan salah satu kota perjuangan, banyak pergerakan-pergerakan yang diinisiasi dari kota Palembang untuk mempertahankan kemerdekaan, salah satu yang terkenal adalah “Pertempuram 5 Hari 5 Malam” untuk menghadapi Agresi Militer Belanda I mulai tanggal 1 Januari 1947 sampai 5 Januari 1947 dan juga perang saat menghadapi Agresi Milter Belanda ke II ditahun 1949.

Untuk memperingati setiap keringat, semangat, dan tetes darah pejuang, dibangung tugu peringatan perang “5 Hari 5 Malam” saat menghalau Agresi Militer Belanda I pada Tahun 1947 yang terletak di bawah jembatan Ampera dan sebuah tugu perjuangan saat menghadapi Agresi Militer Belanda II di Karang Anyar, Gandus. Tugu di bawah ampera berbentuk seperti mercusuar, sedangkan di karang anyar berbentuk patung pahlawan dengan ukiran nama-nama 76 pahlawan di bawahnya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Temukan Banyak Masalah BPJS Kesehatan di Masyarakat

Terdapat relief perjuangan para tentara dan rakyat saat menaklukan belanda serta daftar 76 prajurit kompi 1 BN Pertempuran XI GM yang bergerilya di daerah Muba liot Lahat dan OKU pada aksi Agresi militer Belanda ke II tahun 1949 yang dipimpin Lettu MA Murrod.

Untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut Organisasi Masyarakat (Ormas) Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI) mengunjungi Tugu “Perang 5 Hari 5 Malam” pada Minggu(28/2) tetapi suasana kebangsaan dari tugu tersebut sedikit tercoreng karena, banyak besi maupun rantai disekitar tugu hilang entah kemana, serta areal sekitar tugu kurang terawat dengan tinggi nya rerumputan dan ilalang yang menghalangi pandangan.

Baca Juga:  Ditreskrimsus Polda Sumsel Tangkap Tiga Pelaku Penyebaran Video Pornografi dan Jasa VCS

Ketua Umum CPI Kgs. Ilham Akbar yang nama kakek Kandung nya veteran perang 5 hari 5 malam terukir di tugu karang anyar mengatakan bahwa, Anak muda masa kini harus mengetahui sejarah dan perjuangan para pahlawan terdahulu karena atas jasa mereka kebebasan rakyat Indonesia dapat dinikmati sekarang.

“Ingat jasa para pahlawan, agar tidak menjadi orang yang menjual bangsa sendiri,” ungkap Kgs. Ilham Akbar.

Baca Juga:  Kisah Kapten Animan Achyat, Sang Penghadang Logistik dan Senjata Belanda di Perang Lima Hari Lima Malam

M. Setiawan selaku Kepala Bidang Kebangsaan CPI mengatakan bahwa, tempat-tempat bersejarah harus dirawat dan dipromosikan ke generasi-generasi penerus secara masif, karena bukan hanya ladang pendidikan tempat-tempat sejarah juga bisa menjadi ladang rekreasi wisata.

Muhammad Aris selaku Sekretaris Jenderal CPI berharap kepada generasi muba untuk semakin peduli mengenai sejarah-sejarah bangsa agar lahir jiwa-jiwa patriot yang tetap memperjuangkan kepentingan Bangsa.#osk

Komentar Anda
Loading...