CCTV Sedang Maintenance, 33 Bollar Hilang Tak Terpantau

41

Palembang, BP–Sebanyak 33 Bollar Jembatan Ampera yang terpantau lepas pada Senin (10/8/2020) akan diperbaiki Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V. Sayangnya CCTV di Ampera dalam keadaan rusak sehingga tidak bisa memantau tempat kejadian.

Posisi bollar berada di sebelah kiri arah Seberang Ulu ke Ilir. Ada 33 besi yang hilang dan terlihat ada bekas ban mobil di trotoar. Berdasarkan pantauan, terlihat keramik bekas dudukan bolar yang berlubang seperti sengaja di bongkar dan bukan tertabrak.

Baca Juga:  Judul: SIGUNTANG Resmi Diluncurkan, Pemprov Sumsel Perkuat Digitalisasi dan Kepatuhan Pajak Kendaraan Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi meluncurkan Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi (SIGUNTANG) dalam rangkaian kegiatan Capacity Building dan Coaching Clinic Pengisian Evaluasi Kinerja TP2DD se-Sumatera Selatan Tahun 2026 di Hotel Excelton, Selasa (7/4/2026) pagi. Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi hadirnya inovasi berbasis teknologi yang dinilai lebih humanis dalam sistem penagihan pajak kendaraan bermotor. Ia menjelaskan, metode penagihan pajak telah mengalami perkembangan signifikan, mulai dari razia pada era 1990-an, pemberitahuan melalui pos, hingga kini memanfaatkan sistem digital. Menurutnya, aplikasi SIGUNTANG tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi lebih pada peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan wajib pajak. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk melalui “tekanan psikologis” yang positif agar masyarakat lebih disiplin membayar pajak. Seiring dengan modernisasi sistem, Gubernur mengingatkan bahwa masyarakat akan menuntut pelayanan yang semakin baik. Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas meningkatkan kompetensi, memahami hak dan kewajiban, serta aktif mengikuti coaching clinic sebagai bagian dari penguatan kapasitas. Saat ini, jumlah kendaraan di Sumatera Selatan mencapai sekitar 4 juta unit, didominasi sepeda motor. Namun, tingkat kepatuhan pembayaran pajak masih berada di kisaran 40 persen. Untuk itu, keterlibatan pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting, mengingat porsi penerimaan terbesar berada di daerah tersebut. Herman Deru juga menegaskan pentingnya validitas data sebagai dasar penerapan kebijakan reward dan punishment bagi wajib pajak. Ia menyebut sektor Pajak Kendaraan Bermotor sebagai salah satu andalan pendapatan daerah yang membutuhkan sinergi seluruh pihak. Sementara itu, Kepala Bapenda Sumatera Selatan, Achmad Rizwan, melaporkan bahwa Pemprov Sumsel telah meraih sejumlah penghargaan TP2DD, di antaranya Provinsi Terbaik II Wilayah Sumatera dan Rookie of The Year pada 2024, serta Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera pada 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Ia menjelaskan, kegiatan capacity building dan coaching clinic bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas pengelolaan dan pelaporan kinerja TP2DD di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi daerah, Pemprov Sumsel melalui Bapenda menghadirkan SIGUNTANG sebagai instrumen utama dalam meningkatkan efektivitas penagihan pajak sekaligus memperkuat basis data kendaraan. Aplikasi ini berbasis web dan mobile, memungkinkan petugas melakukan pemindaian pelat nomor kendaraan di lapangan. Data kendaraan dapat langsung teridentifikasi untuk mengetahui status pajak. Jika ditemukan kendaraan yang menunggak atau mendekati jatuh tempo, petugas akan memberikan penandaan (hang tag) sebagai bentuk pemberitahuan kepada wajib pajak. Pada masa uji coba sejak 1 Januari hingga 17 Maret 2026, SIGUNTANG berhasil mendata 989 unit kendaraan dengan potensi Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp673.487.723. Dari jumlah tersebut, sebanyak 430 unit kendaraan atau 43,47 persen telah melakukan pembayaran dengan realisasi penerimaan sebesar Rp183.820.930. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan, kepala BPKAD dan Bapenda kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, serta pimpinan cabang Bank Sumsel Babel. Dengan peluncuran SIGUNTANG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat basis data perpajakan kendaraan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor.

Kepala BBPJN Wilayah V, Kgs Syaiful Anwar saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya ia telah menugaskan PPK untuk melakukan pengecekan kerusakan. Sebab, kondisi kerusakan lapangan yang terjadi memunculkan sejumlah asumsi.

“Total yang hilang ada 135 bollar, yang kemarin 33. Sedang dipesan, sebulan sudah kita pasang. Satu bollar ini harganya Rp90 ribu, jadi total Rp40 juta,” katanya usai meninjau lokasi kejadian di Jembatan Ampera, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga:  Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Warga Dalam Kardus

Syaiful mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke Polresta Palembang. Pihaknya belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan sebab CCTV sedang maintenance dalam satu bulan terakhir. Di Jembatan Ampera ini ada dua CCTV, satu mengarah ke Seberang Ulu dan satunya ke Ilir.

“CCTV yang arah Ulu sedang rusak. Besi ini sangat kuat sekali, makanya kita serahkan kasus ini ke Polresta. Nanti kalau sudah ada laporannya kami sampaikan,” katanya.

Pengawasan Jempatan Ampera selain kewenangan PPK Jembatan Metropolitan juga kewenangan instansi setempat. “Total anggaran perawatan Ampera ini Rp300 juta, selain keramik juga perbaikan lampu,” katanya.

Baca Juga:  Menara Ampera Akan Dibangun ‘Cafe’, Jadi Destinasi Wisata Baru

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, kejadian ini sudah terulang dua kali. Karena sudah sering, Satpol PP harusnya rajin melakukan patroli. Jembatan tak hanya Ampera harus sering dipatroli.

“Setelah dilihat dari CCTV, baru bisa ditentukan secara hukum orang yang menabrak dan yang mengambil besi bollar,” katanya. #pit

Komentar Anda
Loading...