35 Pedagang Belakang RSMH Datangi DPRD Sumsel, Tuntut Diberikan Solusi Untuk Berdagang

51
BP/DUDY OSKANDAR
35 orang pedagang yang berdagang di belakang kawasan Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang saat mendatangi kantor DPRD Sumsel, Kamis (2/7).

Palembang, BP

Nasib 35 orang pedagang yang berdagang di belakang kawasan Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang yang sudah berbulan-bulan bulan tidak mendapatkan nafkah lantaran lokasi mereka berdagang akan dibangun kolam retensi hingga kini tidak ada kejelasan.

Kini pihak RSMH kembali menolak keberadaan pedagang tersebut berdagang di lokasi pembangunan kolam retensi tersebut dengan alasan makanan yang dijual pedagang tidak higiensi.

Akhirnya 35 orang pedagang tersebut di dampingi pihak Sriwijaya Corruption Watch (SCW) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan demo di halaman kantor DPRD Sumsel, Kamis (2/7).Sayang tidak ada satupun anggota DPRD Sumsel yang menemui pedagang.

“ Alasan pihak rumah sakit tidak masuk di akal, pertama mereka mau melakukan perluasan kolam retensi, ini alasannya karena pedagang ini tidak ada sertifikat layak makan (higiensi) sehingga menurut kami tidak masuk akal dan ini bentuk kezoliman kepada pedagang,” kata Direktur Eksekutif Sriwijaya Corruption Watch (SCW) Sumsel M Sanusi SH MH.

Baca Juga:  Awali Hari Pertama, Danrem 044/Gapo Beri Arahan

Karena itupihaknya mendatangi DPRD Sumsel untuk meminta solusi dari DPRD Sumsel.

” Kalau DPRD tidak memberikan solusi, kami bawa pedagang ini ke Kementrian Kesehatan untuk menyampaikan tuntutan kami, agar pedagang ini di relokasikan ke tempat yang layak bukan digusur minimal ada solusi, berikan tempat yang layak,” katanya.

Senin (6/7) pihaknya akan kembali menggelar demo di DPRD Sumsel untuk kembali menyampaikan aspirasi pedagang sampai betul-betul dipertemukan satu meja dengan Direksi RSMH Palembang.

“ Pihak RSMH sudah beraudiensi dengan pihak Pemkot Palembang terkait kolam retensi, saya sudah cek seluruh instansi berkaitan dengan kolam retensi yang akan di bangun Pemkot Palembang di belakang RSMH namun pembangunan kolam retensi di belakang RSMH tidak bisa dilakukan karena tidak ada anggaran untuk membangun kolam retensi oleh Pemkot Palembang, memang betul lahan kolam retensi milik RSMH tapi sebelum ada pembangunan kolam retensi ada kurun waktu dua tahun ini bisa dimanfaatkan pedagang ini untuk berdagang, kalau mau di relokasikan kami siap, kami tidak menolak karena itu memang lahan milik RSMH,” katanya.

Baca Juga:  Rapat Sengketa Lahan Masyarakat Pulo Kerto dan Pihak Abdullah Sahab di Komisi I DPRD Sumsel  Memanas

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban mengatakan, akan menyampaikan tuntutan para pedagang kepada komisi yang berkaitan.

“Insya Allah akan kita sampaikan ” katanya.

Sebelumnya kuasa hukum dari RSMH, M Edy Siswanto SH membantah kalau pihak RSMH menjanjikan lokasi berdagang bagi pedagang tersebut karena di RSMH kini tidak ada lagi lahan.

“ Itu mau dibangun kolam retensi , untuk onkologi jantung, dan itu dekat zal Covid-19, paru-paru dan sebagainya , “ katanya.

Baca Juga:  Silpa Tahun 2019 Besar, DPRD Sumsel Nilai Bukan Prestasi Tapi Pola Perencanaan Belanja Yang Tidak Tepat

Selain itu pada waktu pertemuan dengan LBH Palembang beberapa waktu lalu ditegaskan RSMH tidak menyiapkan lagi untuk fasilitas berjualan.

“ Pedagang yang berdagang di belakang itu khan kesempatan terakhirlah, karena waktu itu dipindahkan dari depan waktu Sea Games khan, itu sudah di tegaskan karena itu waktu itu itu dikelola oleh koperasi Gajahmada, “ katanya.

Apalagi menurutnya dari master plan RSMH yang digunakan untuk pengembangan RSMH semuanya untuk pelayanan kesehatan tidak ada untuk berjualan dan itu memang tanah milik RSMH atau milik Kementrian Kesehatan termasuk jalannya.#osk

 

Komentar Anda
Loading...