Disdik Minta Siswa Magang Terus Dilanjutkan Usai Pandemi Covid-19

20
H Riza Pahlevi

Palembang, BP–Pihak Dinas Pendidikan Sumsel meminta sekolah khususnya jenjang SMK untuk menjalin kerjasama dengan mitra perusahaan yang telah dijalankan untuk siswa magang.

Pasalnya, ditengah Pandemi Covid-19 ini, tak sedikit siswa SMK terpaksa harus dirumahkan. Sehingga program pembelajaran siswa praktek di perusahaan akan terganggu.

Melihat kondisi ini, pihak Dinas Pendidikan Sumsel meminta kepala sekolah untuk melanjutkan program magang secara tuntas kekurangannya setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.

Baca Juga:  Update 28 Juli Covid-19 Sumsel: Positif 3.296, Sembuh 1.694, Meninggal 155

“Jadi, jangankan siswa, orang sekarang banyak di PHK karena kondisi pandemi covid-19 ini. Untuk itu kami minta siswa berlapang dada dengan kondisi ini,” ujar Riza, Selasa (5/5)

Dikatakannya bahwa sistem pendidikan dimasa wabah Corona ini membuat berbagai pembelajaran bergeser. Tak hanya konsep belajar yang berubah menjadi dalam jaringan atau daring akan tetapi juga struktur pembelajaran.

Sehingga dengan kondisi ini, pihaknya meminta sekolah untuk melihat dengan bijak. Bagaimana kemudian pembelajaran berubah tapi tetap tuntas.

Baca Juga:  Fase New Normal, Pemkab OKU Fokuskan di 7 Sektor Kegiatan

“Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan perusahaan untuk memahami agar siswa tak mengapa dirumahkan tapi saat pandemi covid-19 ini berakhir, siswa diperbolehkan menyelesaikan proses magangnya,” urainya.

Menurutnya, proses belajar siswa SMK dengan SMA memang berbeda karena sasaran lulusan SMK adalah siap masuk ke dunia usaha maupun dunia industri.

Sehingga siswa SMK harus banyak praktek sesuai dengan paket keahlian. Misalnya praktek otomotif, teknik kendaraan ringan, perhotelan dan lainnya.

Baca Juga:  Sungai-Sungai di Palembang Kini  Terancam,  Ini Tanggapan Sejarawan dan Budayawan Palembang

“Tapi yang harus dipahami sekolah bahwa sistem pembelajaran tersebut menyesuaikan. Kalau di daerah zona merah memang banyak siswa magang dirumahkan. Tapi jika yang daerah tak terdampak masih bisa belajar secara daring. Jika tak bisa daring, bisa juga dengan ofline. Karena sistem daring ini diakui secara nasional memang tak bisa menuntaskan di semua daerah,” pungkasnya. #sug

Komentar Anda
Loading...