“APD, Bukan Tanggungjawab Pemerintah , Seluruh Masyarakat Harus Punya Kepedulian”

Hj RA Anita Noeringhati
Palembang, BP
Alat Perlindungan Diri (APD) bagi kalangan medis yang menangani pasien virus corona ( Covid-19) yang hingga masih minim diterima di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi keperihatinan kalangan DPRD Sumsel.
“ Ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, seluruh masyarakat juga harus punya kepedulian untuk itu, sudah saatnya kita bersama-sama bergotong royong untuk memikirkan para medis, kita jangan memikirkan diri kita sendiri dulu, seperti DPRD, kenapa anggota minta, ketua kapan akan dirapid test, saya hanya menyampaikan, kalau ada merasa dekat dengan pasien dalam pengawasan (PDP), silahkan langsung ke rumah sakit, tetapi rapid test kamipun akan melakukan pengadaan tapi pengadaan dasar seperti masker, hand sanitizer dan lain sebagainya, itupun akan kita perbantukan ke rumah sakit, masker akan kita perbantukan ke mungkin pedagang-pedagang, “ kata Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati di ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Namun, Anita mengakui pihaknya sudah memesan barang tersebut minggu lalu dan sampai sekarang belum terealisasi .
“ Ini menjadi keperihatinan yang luar biasa, sementara kalau sampai para medis, yang harus menjadi garda terdepan , tidak kita prioritaskan dalam perlindungan , kita tidak bisa berpikir seandainya akhirnya para medis juga takut,” katanya.
Politisi Partai Golkar melihat masalah Covid-19 adalah masalah yang complicated dan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota tidak ada berpikir lain kecuali memikirkan penanganan covid-19.
Mengenai insentif para medis yang menangani Covid-19 yang dinilai tidak adil, menurut Anita perlu ada kerjasama sharing antara Provinsi dan kabupaten kota.
“ Karena ini bukan tanggungjawab provinsi sendiri, tapi tanggungjawab kabupaten kota memikirkan sampai level bawah, sekarang ini singkirkanlah dulu mau bangun apa, mau pengadaan apa, kita berikan anggaran kita kepada para medis,” katanya sembari berharap kedepan jangan ada lagi para medis terpapar covid-19 namun harus dilindungi dalam melaksanakan tugasnya.
Anita memastikan DPRD Sumsel mendukung sepenuhnya anggaran yang diperlukan untuk penanganan Covid-19.
Sementara itu Pemerintah Provinsi Sumsel gencar melakukan penanganan terhadap penyebaran wabah Corona Virus atau Covid-19 yang saat ini merambah ke wilayah Sumsel.
Berbagai upaya antisipasi, pencegahan, dan penanganan pun juga telah dilakukan Pemprov Sumsel dibawah pimpinan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dengan memperketat akses masuk Sumsel, menghimbau agar masyarakat menggalakkan hidup sehat dengan menjaga asupan makan, mencuci tangan, membersihkan tubuh dengan segera usai melakukan aktivitas, hingga mengupayakan jaga jarak.
Tidak hanya itu, upaya meminta pertolongan kepada sang pencipta Allah SWT juga dilakukan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini, Rabu (1/4).
Dimana ajakan untuk meminta pertolongan Allah SWT dengan melaksanakan sholat Hajat serentak di rumah masing-masing sudah disampaikannya sejak beberapa hari lalu.
“Segala upaya telah kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini. Saatnya kini kita meminta pertolongan Allah SWT agar Sumsel khusunya, negara ini dan dunia umumnya bisa segera terbebas dari ancaman virus ini. Ajakan ini sampaikan untuk semua masyarakat Sumsel khususnya,” kata HD sebelum melaksanakan sholat Hajat ini.
Menurutnya, saat ini sudah ada 5 orang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Dimana dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sumsel sendiri sudah terdampak. 5 orang sudah dinyatakan positif. Dua orang meninggal dunia, dan tiga orang masih dalam proses perawatan. Dan insya allah, tiga orang ini bisa disembuhkan dan kita semua diberikan perlundungan,” terangnya.
Dia juga berharap, masyarakat yang saat ini berstatus PDP dan ODP, dapat terlepas dari status tersebut.
Selain itu, dia juga mendoakan para tenaga medis yang saat ini tengah berjibaku sebagai garda terdepan dapat selalu diberikan kesehatan.
“Seluruh tenaga medis yang berjibaku memberikan penanganan diharapkan terus menjaga kesehatannya dan kita juga selalu mendoakan agar mereka dapat terus memberikan yang terbaik,” katanya.
Sebagai Gubernur, dia terus menghimbau agar masyarakat tetap mendengar arahan pemerintah demi kebaikan bersama.
“Saya himbau tetap jaga jarak. Tapi meskipun jaga jarak, pertalian persaudaraan kita tetap tanpa batas, berdoa tanpa batas, kita tidak boleh hancur karena virus ini,” pungkasnya.
Selain itu sejumlah bantuan baik berupa cairan disinfektan maupun Alat Pelindung Diri (APD) pencegahan dan penanganan Corona Virus atau Covid-19 di Sumsel terus berdatangan.
Kali ini, Pemprov Sumsel kembali menerima bantuan sedikitnya puluhan liter biang disinfektan yang jika dicampur dengan air dapat menjadi 100 ribu liter dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Sumsel yang bekerjasama Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel dan 1700 set APD dari Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel, Rabu (1/4).
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyebut, mengalirnya bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dari berbagai pihak terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Sumsel.
“Begitu banyak kepedulian terhadap penanganan Covid-19 di Sumsel ini dan saya sangat mengucapkan terima kasih,” kata HD saat menerima bantuan tersebut di depan Posko Penangan Covid-19.
HD menjamin, bantuan berupa cairan disinfektan tersebut dipastikan akan diberikan kepada masyarakat. Termasuk juga APD, akan diperuntukkan mulai dari tenaga medis hingga ke tenaga pemakaman.#osk