Dampak Virus Corona, Reses Anggota DPRD Sumsel Dihimbau Dengan Pertemuan Terbatas

28
BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan
(Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Menindaklanjuti hasil rapat kesiapsiagaan penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sumsel Herman Deru dan beberapa Kepala Daerah di Kabupaten/Kota di Sumsel, di Griya Agung, Sabtu (21/3).

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati menjelaskan  berdasarkan instruksi Mendagri maupun surat edaran Menpan , Gubernur Sumsel akan membuat surat edaran, karena surat edaran Mendagri dan Menpan sebelumnya sudah  ditujukan Gubernur , Walikota dan Bupati sehingga perlu di tindaklanjuti.

Namun pada prinsipnya menurut politisi Partai Golkar ini , DPRD Sumsel akan menyambut baik apa yang di instruksikan , karena ini untuk pencegahan Covid-19, karena penyebaran Covid-19 tidak bisa teraba dan tidak bisa terlihat .

Baca Juga:  Untuk Kepastian Hukum, Johan Anuar Minta Kasusnya di SP3

“ Sehingga kita semua harus ada kewaspadaan yang ekstra, kita tidak boleh terlalu percaya diri bahwa kita sehat, namun langkah-langkah pencegahan harus juga dilakukan ,” kata Anita usai rapat kesiapsiagaan penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sumsel Herman Deru dan beberapa Kepala Daerah di Kabupaten/Kota di Sumsel, di Griya Agung, Sabtu (21/3)

Sedangkan untuk kebijakan DPRD Sumsel sendiri menurut Anita, dirinya akan meneruskan surat edaran tersebut yang pada prinsipnya seluruh anggota DPRD Sumsel akan diarahkan turun ke kabupaten kota dalam rangka edukasi tentang pencegahan Covid-19.

Baca Juga:  Longsor Galian Tambang di Muaraenim, DPRD Sumsel Sebut Ada Kelalaian Pemerintah Daerah

“Dan itupun bukan dengan pertemuan umum tapi pertemuan terbatas,” katanya.

Begitu juga reses, dirinya himbau agar dilakukan dengan pertemuan terbatas bukan pertemuan umum.

“ Karena social distancing sudah jelas, kita tidak boleh bertemu secara rapat merapat, ini demi kepentingan kita semua,” katanya.

Selain itu menurut mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini, Gubernur Sumsel menyampaikan seluruh pintu masuk ke Sumsel baik darat, laut dan udara sudah di antisipasi, apalagi paparan Gubernur Sumsel mendapatkan apresiasi Mendagri dalam rapat tersebut.

“ Namun lebih mendapat apresiasi lagi kalau nanti tindaklanjutnya sama dengan itu, karena memang kita bersyukur Sumsel masih zero covid -19 namun itu khan prediksi pasif, artinya yang terpapar belum semua terdeteksi, sehingga inilah tetap kita warga Sumsel tidak terkecuali harus sama-sama menjaga kebersihan maupun menjaga arahan-arahan mencegah covid-19,” katanya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sumsel H Nopianto: Idul Adha Momentum Berkorban Untuk Kepentingan Masyarakat

Mengenai usulan Presiden Jokowi rapid test masyarakat , menurut Anita , rapid test akan tetap dilaksanakan tapi diutamakan yang jelas terpapar.

“ Kita tahu seluruh Indonesia yang jelas terpapar ada 16  provinsi sehingga nanti di utamakan adalah yang sudah terpapar, walaupun yang tidak terpapar bukan tidak melakukan itu namun karena bahan rapid test itu sangat terbatas, ini baru ada himbauan dari Kementrian , dari Presiden untuk memproduksi sebanyak-banyaknya,” katanya. #osk

Komentar Anda
Loading...