Longsor Galian Tambang di Muaraenim, DPRD Sumsel Sebut Ada Kelalaian Pemerintah Daerah

32
BP/IST
Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPRD Sumsel Dr Ir H Syamsul Bahri, MM

Palembang, BP

Galian tambang batubara ilegal di di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim mengalami longsor. Sebanyak 11 penambang menjadi korban atas peristiwa yang diperkirakan terjadi pada Rabu (21/10) sore hari tersebut.

Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel  prihatin dengan kejadian tersebut, dan berharap kedepan  kejadian serupa tidak terjadi kembali.

“ Bapak Gubernur Sumsel dan Kapolda Sumsel  telah meninjau lokasi dan sementara lokasi tambang ditutup, sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel Syamsul Bahri , Minggu (25/10).

Baca Juga:  DPRD Sumsel Harapkan 19 Juni Jembatan Musi IV Dan VI Bisa Tersambung

Komisi IV DPRD Sumsel sendiri menurutnya akan melihat dan mengontrol tidakan-tindakan dari  pejabat daerah setempat sehingga apa yang dilakukan pejabat setempat dengan melihat kejadian ini agar kejadian serupa tidak akan terjadi kembali.

Terkait pemanggilan Komisi IV dengan pihak yang berkompeten kaitan longsor tambang tersebut, menurut politisi Partai Nasdem ini pihaknya akan melakukan evaluasi dahulu.

Baca Juga:  Lima Kurir Sabu Dipelor Polisi

“ Sekarang ada Kapolres Muaraenim telah memanggil beberapa saksi  untuk di minta keterangan ,”katanya.

Longsor tambang tersebut menurut Syamsul seharusnya tidak perlu terjadi  kalau itu dikontrol.

“ Karena terjadi ada kelalaian  dari pemerintah daerah menurut pertimbangan saya , dalam hal ini kabupaten Muaraenim,” katanya.

Apalagi permasalahan ini masih ditangani penyidik dari kepolisian , apakah ada sindikat atau tidak kini terus di selidiki polisi.

Baca Juga:  Polda Sumsel Ciduk 49 Tersangka Kasus Narkoba di Pekan Pertama Bulan Februari

Selama ini Syamsul mengaku, tambang ilegal di Kabupaten Muaraenim tidak terlalu banyak .

“ Pemerintah daerah menertibkan apa yang akan dilakukan kedepan ini sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi,”katanya.

Kedepan pihaknya akan melihat jika diperlukan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah akan dilakukan.

“ Itu kedepan harus dilakukan  evaluasi, pembinaan  kedepan  supaya tidak terjadi lagi belakang harinya,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...