Wabah Corona Mengglobal, Berantas Dengan Kekuatan Lokal

21
BP/IST
Bagindo Togar Bb

Oleh : Bagindo Togar Bb (Pemerhati

Sosial,  Warga Sumsel dan ForDeS)

SUDAH sebulan lebih wabah penyakit corona dengan virus covid 19, tersebar di 115 negara, termasuk negeri kita.
Korban hari demi hari terus bertambah, baik itu yang dirawat berklasifikasi ringan, sedang, berat hingga meninggal dunia.

Di Indonesia telah puluhan warga yang terkena wabah penyakit berbahaya ini, bahkan tekah 4 orang meninggal dunia. Virus covid 19 ini telah menjadi pandemic, dimana saja dan kapan saja.

Artinya butuh kehati hatian secara personal maupun komunal, dengan menigkatkan daya tahan tubuh yang selalu prima serta gerakan kesadaran kolektif untuk hidup bersih dan mengkomsumsi ragam.asupan makanan minuman yang berpengaruh untuk menguatkan fungsi kekebalan tubuh atas serangan bakteri maupun virus yang berbahaya, dan semua itu ada disekitar kita.

Baca Juga:  Melonjak 57 Kasus di 30 Juli, Pasien Covid-19 Sumsel 3.387 Orang

Beberapa waktu terakhir, pemerintah daerah dan pusat, begitu aktifnya menyampaikan informasi tentang perkembangan serangan virus covid 19, dengan bermacam versi juga persepsi, yang secara langsung atau tidak, menimbulkan kewas- wasan dan kepanikan, bahkan secara tidak sadar , rasa takut atau nyali masyarakat semakin mencuat. Kelak bisa saja menimbulkan multiple efek negatif yang semakin sulit diprediksi juga diantispaai.

Misal,warga dihimbau mengurangi aktifitas diluar rumah, menjauhi keramaian, sekolah diliburkan, perubahan cara bertutur sapa, menghindari kontak fisik, penggunaan masker dan aneka zat sanitaizer yang berlebihan dan lain sebagainya.

Bukankah semua hal diatas akan berimplikasi terhadap variabel sistem sosial, kultut, ekonomi, pola komunikasi dan variabel lainnya?

Bila semua upaya dan realitas diatas berkelanjutan dalam waktu yang cukup lama, maka tak terbayangkan betapa berat dan dramatisnya kondisi activity of daily living yang harus kita hadapi.

Baca Juga:  Polda Sumsel Bagikan Sembako Untuk Sopir Angkot

Sesungguhnya, Kita appresiasi semua strategi kebijakan dan sikap pemerintah mengatasi meluasnya wabah penyakit corona ini, tetapi kayaknya pemerintah abai atau tak mengerti untuk menstimulasi dan membangun daya optimisme plus kompedensi warganya. Bahwa, kita mampu dan sesegera mungkin bisa meminimalisasi bahkan mengatasi penyebaran virus covid 19 yang menakutkan.

Bukankah Negeri yang luas dan besar ini, telah diberi kelimpahan sumber daya alam serta manusia yang luar biasa? Kenapa kepanikan, ketakutan dan pesimisme lebih mendominasi ketimbang kekayaan, kekuatan dan optimisme yang kita punyai selama ini? Pemerintah, publik dan seluruh potensi kekayaan alam negri dituntut bersinergi untuk menggali segala unsur sumber alamnya untuk menghadang bahkan menghancurkan wabah corona.

Baca Juga:  Satu Terinfeksi Asal OKI, Pasien Impor

Cara yang paling bijak dan sederhana adalah berinisiasi untuk menghimpun para ahli kesehatan alternatif atau tradisional, tentu kelak akan bisa menemukan varian obat, jamu atau ramuan herbalis yang ampuh juga efektif bagi penyembuhan para pasien terpapar penyakit corona.

Diharapkan pemerintah pusat juga daerah, segera menyadari dan segera bersigap mengambil langkah nyata, dengan menghimpun dan memfasilitasi, memberi tanggung jawab, beban serta kepercayaan kepada mereka para ” kaum Nasionalis kesehatan ” yang bertumpu pada potensi, keahlian, kearifan, nilai nilai dan kekayaan alam lokal untuk menang memerangi virus covid 19 yang mengglobal ini.

Yakin dan percayalah Negri ini diciptakanNYA dengan martabat, kekuatan dan kekuatan yang luar biasa, maka saatnya kita binasakan wabah corona yang masih saja memangsa umat manusia.#

Komentar Anda
Loading...