25 Jenazah Korban PO Bus Sriwijaya Sudah Diambil Keluarga, 3 Jenazah Masih di Kamar Mayat

Palembang, BP–Proses evakuasi terhadap korban Bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang sedalam 75 meter hingga ke tepian Sungai Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam, terus dilakukan. Kini sebanyak 25 jenazah korban sudah dibawa keluarganya.
Kabid Dokes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar mengatakan korban meninggal dunia (MD) yang ditemukan sebanyak 28 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 16 orang, perempuan 12 orang.
“Korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi sebanyak 27 orang dan 1 korban dinyatakan Mr. X,” katanya saat jumpa pers di posko media center Polda Sumsel, Gedung Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Umum Besemah kota Pagaralam, Rabu (25/12).
Selain itu menurutnya, korban selamat dan kini di rawat RSUD Besemah sebanyak 13 Orang dan semalam sudah dijemput oleh keluarganya sebanyak 2 orang dan yang masih dirawat dirumah sakit sebanyak 11 orang.
Sedangkan Dr Dian, Direktur Rumah Sakit Besemah kota Pagaralam mengatakan dari 28 korban meninggal dunia sebanyak 25 sudah diambil pihak keluarga dan 3 orang masih di dalam kamar jenazah .
“Untuk yang selamat 8 orang laki-laki dan 5 orang prempuan 2 orang sudah pulang ke pihak Keluarga dan 11 orang masih dirawat di rumah umum besemah kota Pagaralam, “ katanya.
Sedangkan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel kombes Pol Juni menambahkan sampai saat ini total korban sebanyak 41orang dimana 28 meninggal dunia dan 13 luka-luka.
“Penangaan proses penyelidikan di tangaani satlantas Polres Pagaralam, kami dari Dir Lantas mem backup sepenuhnya, kami masih manganalisis temuan-temuan di lapangan. Tim TAA dari Direktur Lalu
Lintas dan Korlantas Lantas masih melakukan penyelidikan,” katanya.
Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara mengatakan, untuk kepastian jumlah penumpang belum bisa dipastikan karena pihak PO Sriwijaya mencatat penumpang naik sebanyak 27 orang dari Bengkulu ada juga yang naik dari jalan.
“Jumlahnya sekitar 50 an ada juga motor di dalam bus tersebut,” katanya.
Perwakilan Basarnas Bengkulu Abdul.M menyampaikan untuk Basarnas tetap melakukan penyelaman ke bis serta penyisiran sampai 53 meter.
“Saat ini kita masih melakukan pencarian di bantu oleh masyarakat dan kendaaran masih dalam sungai kondisi masih di genangi air dan nanti kami akan menggeser bis tersebut,” katanya.
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan kawasan Jalan Lematang dan Ndikat sudah menjadi perhatian pemerintahan khusus pihaknya bahkan untuk Lematang dari tahun 2016 sudah pihaknya ajukan untuk dibangun jembatan Lematang.
“Mungkin dengan kejadian ini mungkin Balai Besar akan membuat jembatan layang. Kami ucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang membantu para korban dan bagi kami ini musibah yang sangat besar,” katanya.#osk
Berikut data korban meninggal dunia kecelakaan Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang:
- Riski Saputra (16) (Laki-laki), warga Muara Enim
- Sonia (17) (Perempuan), warga Muara Enim
- Kelvin Andeka (16) (laki-laki), warga Kepahyang, Bengkulu
- Okti Karusian (35) (Perempuan), warga Bengkulu
- Fadhil (10) (Laki-laki), warga Bengkulu Tengah
- Rahmad Hidayat (laki-laki) warga Kecamatan Ulu Musi
- Farel (laki-laki), warga Kepahyang, Bengkulu
- Feri Eprizal (34) (laki-laki), warga Sako Kenten Palembang
- Nanik (perempuan), warga Kecamatan Ulu Musi
- Ulul (Perempuan), warga Prajen Banyuasin
- Yasiroh (Perempuan) warga Bengkulu
- Ayu Intan (9) (Perempuan), warga Muko-Muko, Bengkulu
- Melia Sapira (Perempuan), warga Palembang
- Efran Fadhil Akbar (Laki-laki), warga Kepahiyang, Bengkulu
- Muhammad Akbar (13) (Laki-laki), warga Bengkulu
- Metrian Andeka (Perempuan), warga Kepahiyang, Bengkulu
- Ali Jaya (Laki-laki), warga Bengkulu
- Ilyas (Laki-laki), warga Demang Lebar Daun, Palembang
- Jimmi Yuda Sanjaya (23), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumsel
- Warsono (laki-laki), warga Jalan Sabar Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumsel
- Imron (laki-laki), warga Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bintuan, Bengkulu Selatan
- Feri (26) (laki-laki), warga Kecamatan Batu Samban, Bengkulu
- Rosita (50) (perempuan)
- Dwi Sunarto (56) (laki-laki), warga Bengkulu Tengah
- Rayhan Gani (3) (laki-laki), warga Ulu Musi, Empat Lawang
- Belum teridentifikasi
- Belum teridentifikasi