Tak Ada Biaya, Medali Peparprov Prabumulih Butuh Bantuan

Palembang, BP–Pesta olahraga disabilitas Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Prabumulih yang bakal dihelat pada 7-17 Desember 2019 mendatang tinggal beberapa hari lagi.
Kendatipun waktu multievent olahraga bergengsi ini semakin dekat, ketersediaan medali masih terkendala.
Pasalnya, di akhir 2019 induk olahraga disabilitas National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Sumsel ini tak mendapatkan anggaran ABT sebagaimana yang diajukan untuk ajang Peparprov.
“Kita masih terkendala ketersediaan medali, karena kita tak punya pembiayaan karena ABT kita tak di ACC,” ujar Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari, Kamis (21/11).
Pria yang juga juara dunia bulutangkis ini menambahkan bahwa untuk kesiapan teknis lainnya semua siap karena Prabumulih selaku tuan rumah mendukung.
Dikatakannya bahwa pada Peparprov musim ini tercatat empat kabupaten dan kota di Sumatera Selatan terpaksa absen. Keempat kabupaten dan kota tersebut adalah Pagaralam, OKU Selatan, Empatlawang, dan Muratara.
Absennya empat daerah dari multievent olahraga bergengsi atlet disabilitas Sumsel di Kota Nanas dikarenakan induk olahraga disabilitaa daerah yakni National Paralymlic Committee Indonesia (NPCI) di kabupaten dan kota tersebut tak disupport pembiayaan.
“Ya, Peparprov II ini sudah fiks diikuti 13 kontingen. Minus 4 kontingen dari 4 kabupaten dan kota yang belum bisa kirim atlet-atletnya karena belum disupport pembiayaan oleh bupati dan walikotanya,” jelasnya.
Meski demikian, Peparprov II musim ini meningkat dari Peparprov I pada 2017 lalu di Kabupaten Muara Enim yang tercatat ada enam kabupaten dan kota yang belum bisa ikut karena belum teranggarkan biaya dari daerah masing-masing.
“Jadi ada 11 kontingen tahun 2017 sementara yang tak ikut ada 6 kontingen yaitu dari Pagaralam, OKU Selatan, Empat Lawang Muratara, Muba dan Lubuklinggau,” pungkasnya. #sug