Zulinto Minta Guru Tidak Sampai Terpapar Radikalisme

27
Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Palembang, BP–Paham radikalisme seharusnya tak masuk ke dunia pendidikan, apalagi bagi guru yang menjadi subyek penting dalam mendidik generasi muda yang tak hanya cerdas tapi juga berkarakter.

Pasalnya, revolusi mental seharusnya memang diaplikasikan ke semua lini, baik guru sebagai pendidik lebih-lebih pelajar sebagai generasi muda agar tak terpapar radikalisme.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Zulinto usai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (14/11).

Baca Juga:  Pj Gubernur Sumsel Kukuhkan Pjs. Bupati OI, Musi Rawas, dan OKU Timur serta Serahkan Surat Plt Bupati Muratara

“Saya dengar, paham radikal sudah mulai menyusup ke guru. Saya minta guru jangan sampai terpengaruh paham radikal karena guru seharusnya membentuk karakter dan masa depan anak,” ujar Zulinto.

Ia menambahkan bahwa sosok guru yang harus dimiliki dan tak lekang oleh perkembangan zaman adalah ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Sehingga guru bukan hanya mengajarkan ilmu tapi juga karakter, dan juga rahmat.

Baca Juga:  Pembahasan Dua Raperda Inisiatif DPRD Sumsel Rampung, Ini Tanggapan Gubernur

“Berbagai upaya kita lakukan sebagai bentuk pengawasan. Apalagi Mendagri juga sudah memberkam lampu. Makanya nanti kita juga akan gelar seminar bagi guru. Tentu kita akan bisa lihat paham radikalisme ini apa dari cara berpakaian, berprilaku dan cara mengajaknya,” jelasnya.

Sementara itu Ustadz Suhardi dalam ceramah agamanya yang dihadiri semua kepala sekolah SD dan SMP Kota Palembang mengatakan bahwa ketauladanan Nabi Muhammad SAW harus dimiliki oleh seorang guru.

Baca Juga:  Pemkot Palembang Targetkan Akhir September Seluruh SD Lakukan PTM

“Yang rahmatan lil alamin. Rasulullah SAW juga seorang pemimpin yang terkenal dengan keteladanannya,” pungkasnya. #sug

Komentar Anda
Loading...