Jadi Perhatian Semua Kalangan, Kala SMB IV Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja Bacakan Puisi Karya Sendiri ,

30
BP/DUDY OSKANDAR
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn saat membacakan puisi ciptaannya sendiri “Kita Indonesia” di acara Kenduri Sajak , Mengindahkan Persatuan Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2019 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (31/8)

#Acara Kenduri Sajak Berlangsung Sukses

Palembang, BP

Acara Kenduri Sajak , Mengindahkan Persatuan Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2019 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (31/8) yang di gelar oleh Dewan Kesenian Kota Palembang berlangsung sukses.

Acara yang disiarkan secara langsung oleh RRI ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai kalangan seluruh Indonesia termasuk di Palembang .

Dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn hingga Gubernur Herman Deru, Direktur Utama LPP RRI Muhammad Rohanudin, Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Aliandra Pati Gantada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, Kasdam II/Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, tokoh pendidikan Sumsel Sunda Ariana , Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar serta Penyair senior, Anwar Putra Bayu dan Ketua Forum KerukunanUmat Beragama (FKUB) Sumsel KH Mal’an Abdullah didampingi tokoh agama di Sumsel lainnya .

Dari yang membacakan puisi ternyata Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn mampu membacakan puisinya dengan sangat menjiwai dan mendapatkan tepuk tangan serta apresiasi dari semua kalangan yang hadir saat acara tersebut.
Puisi yang berjudul “Kita Indonesia” ternyata dibuat sendiri oleh Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn.

Baca Juga:  Dua Pasien PDP Covid -19 Dari RSMH Meningggal Dunia

Puisi berjudul “Kita Indonesia” mampu dibawakan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn. dengan ekspresi sesuai dengan kandungan puisi tersebut
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn mengaku puisi dibuatnya sendiri dalam waktu singkat beberapa jam sebelum acara.

“ Tidak tahu perasaan tenang-tenang saja , tiba-tiba bisa seperti itu,” katanya.
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn mengaku saat di SMP dan SMA sering membaca puisi di sekolah sehingga sudah tahu titik-titik dan trik serta intonasi naik turunnya.

Baca Juga:  Dandrem 044/Gapo Hadiri Ziarah Peringatan Hari Pahlawan
BP/IST
BP/DUDY OSKANDAR
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn saat berpoto bersama di acara Kenduri Sajak , Mengindahkan Persatuan Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2019 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (31/8)

“ Dulu sering di suruh sekolah baca puisi judul Aku karya Chairil Anwar, semua orang sering semua membacanya khan,” katanya

Sedangkan Gubernur Sumsel mengapresiasi acara Kenduri Sajak tersebut.

“Saya bangga dan saya apresiasi atas gagasan kegiatan pada malam hari ini,”kata Gubernur Herman Deru.

Lanjutnya, sebenarnya kegiatan ini lanjutan dari kegiatan Kapolda bersama Forkompimda Sumsel pada beberapa waktu yang lalu.

Dia menilai, ternyata kebersamaan itu tidak harus dengan senjata akan tetapi juga bisa dengan seni.

“Jadi berajut kebersamaan itu tidak harus dengan kekerasan tapi bisa dengan seni seperti ini. alhamdulilah sampai sekarang disaat yang lain panas kita cool,” katanya.

Sedangkan sekretaris Kenduri Sajak, Ali Goik mengatakan, dengan kegiatan Kenduri Sajak ini diharapkan terjalin persatuan dan kesatuan sesuai dengan tema Mengindahkan Persatuan Indonesia.

Baca Juga:  Anggaran Pembebasan Lahan Jembatan Musi IV Capai Rp340,6 Miliar.

“ Di Sumsel masih kembali ke undang-undang Simbur Cahaya yang selalu memberi pesan selalu membuat perdamaian dan hidup damai di bumi Palembang, itu intinya,” katanya.#osk

“Kita Indonesia”

Oleh : Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn

Kalian Bilang
Kita Belum Merdeka !!
Kalian Bilang
Sekarang Kolonialisme Model Baru
Benarkah…
Benarkah itu??

Kalian Harus Tahun.. Kalian Harus Tahu
Disini… Disini
Di Depan Benteng Kuto Besak
Menjadi Saksi Bisu…
Perang Palembang 5 Tahun..
Perang Kemerdekaan 5 hari 5 Malam…..
Sultan Mahmud Badaruddin Berjuang …
Adnan Kapau Gani Berjuang…

Bersama Rakyat Bersatu…
Bersama Pemuda Pemudi Bersatu
Bersama Seluruh Bangsa Indonesia Bersatu..

Untuk Apa… Untuk Apa…
Untuk Kemerdekaan …

Sekarang…
Tugas Kalian… Tugas Kalian.. Tugas Kalian
Mengisi… Mempertahankan… Membangun… Menjaga Negara Kita

Karena Kita…. Indonesia
Karena Kita…. Indonesia
Karena Kita…. Indonesia

Komentar Anda
Loading...