Tangkal Radikalisme, Polsri Hadirkan Pangdam II/Sriwijaya Pada Pengenalan Sisdikti

104
(Suasana Pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi bagi mahasiswa Polsri oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan SIP MHum)

Palembang, BP

Sebanyak 3080 mahasiswa baru (Maba) Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) mendapatkan materi wawasan kebangsaan yang langsung disampaikan oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan SIP MHum pada Suasana Pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi (Sisdikti), Senin (5/8).

Dalam kesempatan tersebut Mayjend TNI Irawan memaparkan bahwa tantangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus dibekali dengan karakter kinerja yakni tentang kedisiplinan.

“Mereka adalah masa depan penerus bangsa, dan saya sampaikan bahwa mereka harus menanamkan jiwa kedisiplinan dalam memberikan wawasan kebangsaan”ujarnya.

Baca Juga:  Separuh Cama UIN Raden Fatah Didiskualifikasi

Disinggung mengenai pernyataan Menteri Pertahanan beberapa waktu lalu bahwa 24,3 mahasiswa terpapar radikalisme dengan indikator mendukung berdirinya khilafah, Irawan mengaku bahwa diwilayah hukumnya sejauh ini belum ada deteksi baru tumbuhnya mahasiswa yang terpapar radikalisme.

“Sejauh ini belum ada penelitian baru, tapi sejauh di Sumsel kita belum menemukan. Artinya kita juga harus melakukan pola pencegahan. Dan kami himbau kepada seluruh Perguruan Tinggi di Sumsel menggelar kegiatan wawasan kebangsaan seperti ini,”ajaknya.

Baca Juga:  Mahasiswa Harus Jadi 'Agent of Change'

Sementara itu, Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa MT mengatakan bahwa dalam rangkaian  Pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi, Polsri sejak 1982 telah bekerjasama dengan Kodam II/Sriwijaya dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

“Dan ini salah satu bentuk amanah dari proses pendidikan yakni membekali mahasiswa baru melalui pengenalan disiplin dan kita kerjasama dengan Kodam II Sriwijaya,”ujar Ahmad Taqwa.

Baca Juga:  Bawaslu Sumsel Bina Mahasiswa Jadi Pengawas TPS Di Banyuasin Dan Ogan Ilir

Terkait pencegahan mahasiswa agar tak terpapar radikalisme pihaknya mengaku telah melakukan kegiatan preventif baik melalui kegiatan atau pola mengingatkan setiap momen kepada mahasiswa baru.

“Termasuk pada kegiatan kali ini. Jadi pembekalan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan. Tidak boleh berhenti mengingatkan. Setelah ini nanti pembekalan dari Dandim tentang Pancasila dan bela negara,”pungkasnya. #sug

Komentar Anda
Loading...