Jialyka Maharani Bersama Sabam Sirait Jadi Pimpinan Sementara di Sidang MPR RI Pertama

Calon anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra Ir H Eddy Santana Putra MT saat menjadi pembicara dalam Ngopi (ngobrol pintar) yang diselenggarakan Pengurus PWI Sumsel di Rumah Besar PWI, Jumat (2/8).
Palembang, BP
Calon Senator asal Sumsel, Jialyka Maharani yang akan duduk di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019- 2024 bakal memimpin sidang MPR pertama, sebagai pimpinan sementara hingga dipilih pimpinan definitif MPR RI.
Putri dari Bupati Ogan Ilir (OI) Ilya Panji Alam ini merupakan anggota DPD termuda dan bersama anggota DPD RI tertua adalah Sabam Sirait.
“Saya sekarang dekat, ketemu pak Jimly (Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH yang lolos menjadi anggota DPD RI) diskusi-diskusi, beliau (Jimly) ngomong tolong kau hubungi anak pak Ilyas Jialyka Maharani, yang memimpin sidang pertama di MPR RI yang tertua Sabam Sirait dan yang termuda Jialyka Maharani,” kata Calon anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra Ir H Eddy Santana Putra MT saat menjadi pembicara dalam Ngopi (ngobrol pintar) yang diselenggarakan Pengurus PWI Sumsel di Rumah Besar PWI, Jumat (2/8).

Jialyka Maharani
Menurut mantan Walikota Palembang tersebut pesan Jimly , Jialyka Maharani jangan memalukan orang Sumsel.
“ Karena Sabam Sirait ngomong bae dak pacak (bisa) lagi,” katanya.
“Kalau lihat di MPR yang terdiri dari anggota DPR RI dan DPD RI itu, dia akan mimpin, setidak-tidaknya , Jialyka Maharani membawa nama Sumatera Selatan
Jialyka Maharani sendiri sekarang berumur 22 tahun dan lahir di tanggal 20 September 1997 sedangkan Sabam Sirait kini berumur 83 tahun dan lahir 13 Oktober 1936

Sabam Sirait.
Dalam diskusi yang berlangsung lebih kurang dua jam itu berbagai saran dan usulan untuk kemajuan Sumsel terutama Palembang banyak terungkap. Salah satu terungkap adalah pelayanan PDAM Tirta Musi yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang kinerjanya dianggap menurun.
Termasuk perjuangannya untuk menarik dana APBN masuk ke Sumsel.
Dia juga menyoroti buruknya kondisi jalan yang ada di Sumsel, termasuk Palembang yang kini banyak berlubang dan membahayakan pengguna. “Masalah sampah juga harus dituntaskan,” ujarnya.
Diskusi yang sudah menjadi agenda rutin PWI Sumsel itu dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP)H Kurnati Abdullah, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar, Wakil Ketua Bidang Organisasi H Anwar SY Rasuan, Sekretaris Dwitri Kartini SE, segenap pengurus serta Ketua APINDO dan Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI Sumarjono Saragih.#osk