Pemilu Usai Panwascam Dibubarkan, Motnas Ditarik

30
Bupati Muaraenim berpose bersama Komisioner Bawaslu dan komisioner Panwascam yang telah purna tugas.  

Muaraenim, BP–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muaraenim, secara resmi telah membubarkan alias mempurna tugaskan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Muaraenim. Soalnya masa tugas mereka telah berakhir seiring telah berakhirnya pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres.

             Selain memfurna tugaskan Panwascam, Komisioner Bawaslu Muaraenim juga telah menarik sebanyak 20 unit sepeda Motor Dinas (Motnas) yang dipinjam pakaikan Pemkab Muaraenim untuk operasional Panwascam.

            Acara purna tugas Panwascam itu berlangsung di kantor Bawaslu Muaraenim, Senin (8/7) dihadiri Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani MM. Hadir juga seluruh komisioner Bawaslu Muaraenim serta para komisioner Panwascam se Kabupaten Muaraenim.

             Ketua Bawaslu Muaraenim, Suprayitno, mengatakan, meski para komisioner Panwascam telah berakhir masa tugasnya, namun silaturahmi hendaknya terus berlanjut dan komunikasi tidak terputus.

               Menurutnya,keberadaan Panwascam tersebut dibentuk pada November 2018 lalu dalam rangka untuk melaksanakan pengawasan Pilkada 2018 waktu itu. “Alhamdulillah dengan tugas yang mereka laksanakan, kami Bawaslu masih mempercayakan mereka untuk menjadi pengawas dalam rangka Pemilu Legislatif dan Predisen, artinya mereka menyambung dari tugas pengawasan pada saat Pilkada 2018 menyambung untuk pelaksanaan pengawasan Pemilu tahun 2019,” jelasnya.

Baca Juga:  Pipa Pertamina Prabumulih Dirusak

                 Kenapa mereka masih diperpanjang pada Pileg dan Pilpres. Karena pada saat pelaksanaan Pilkada, dianggap  sukses menjalankan tugas mereka di masing-masing kecamatan. Dia juga berharap, para purna Panwascam, nantinya bisa menjadi anggota Bawaslu Kabupaten, Dia juga mengatakan, bahwa pada Pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Muaraenim tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Kemudian tingkat partisifasi masyarakat pada Pilpres dan Pileg cukup tinggi mencapai 85 persen.

             Sementara itu, kepada awask media, Suprayitno mengatakan bahwa motor dinas yang dipinjam pakaikan Pemkab Muaraenim untuk operasional Panwascam ditarik seluruhnya untuk diserahkan kembali ke Pemkab Muaraenim.

               “Bantuan pinjam motor dinas dari Pemkab itu sebanyak 23 unit, dengan rincian 20 unit diserahkan ke Panwascam dan 3 unit untuk operasional Bawaslu Kabupaten. Karena masa tugas mereka telah berakhir lalu motor dinas itu kita tarik kembali untuk diserahkan kembali ke Pemkab Muaraenim,” jelasnya.

Baca Juga:  Tidak Ada Tuslah, Berlakukan Tarif Batas Atas

              Sementara itu, Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani MM, pada awak media menegaskan, bahwa sepeda motor dinas yang ditarik tersebut nantinya diserahkan kembali ke bagian aset BPKAD Pemkab Muaraenim. “Biar BKAD yang ngaturnya, mau diserahkan kemana sepeda motor itu,” jelasnya.

                Dihadapan para purna Panwascam tersebut bupati mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang dilakukan Pawancam selama pelaksanaan Pilkada, Pilpres dan Pileg yang berjalan lancar dan aman. Bahkan tingkat pasrtisifasi masyarakat pemilih pada Pilpres dan Pilek tersebut di Kabupaten Muaraenim mencapai 85 persen.

              Menurutnya, sudah ditentukan bahwa masa jabatan Panwas Kecamatan ternyata sudah berakhir. Dia berharap, agar Panwascam yang telah berakhir masa tugasnya  bisa ikut serta dalam proses domokrasi kedepan di Muara Enim yang berkelanjutan. Karena dalam waktu tak lama lagi akan dilaksanakan Pilkades serentak di 102 desa di Muara Enim.

Baca Juga:  Enim Muda "Berkarya dengan Kreatif"

                     Pilkades di 102 desa itu, akan menimbulkan kerawanan konflik. Saat ini telah dilaksanakan tahapan tahapan pelaksanaan Pilkades serentak tersebut. Ternyata minat masyarakat untuk menjadi Kades cukup tinggi, karena cukup banyak desa peserta calon kadesnya lebih dari 5 orang. Dia berharap pelaksanaan Pilkades bisa berjalan aman dan damai seperti pelaksanaan Pilpres dan Pileg tidak ada gejolak.

Muaraenim sudah diakui oleh Polisi oleh kita semua oleh dari TNI Muaraenim ini sangat kondusif dan aman terkendali yang penting ini mereka di Kabupaten Tegal memelihara demokrasi sebaiknya kita tahu bahwa proses demokrasi dibutuhkan perencanaan pajak sebagai penyelenggara. 

             “Muaraenim sudah diakui oleh Polisi oleh kita semua oleh  TNI, bahwa  Muaraenim ini sangat kondusif dan aman terkendali,” jelasnya.#nur

 

Komentar Anda
Loading...