Dorong Wartawan Ekonomi Sumsel Melek Sektor Industri, BI Ajak Belajar di Bali

Denpasar, BP
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak dapat dipungkiri menjadi motor hampir semua sektor perekonomian di sejumlah wilayah di Indonesia. Bukan hanya bagi kawasan pariwisata seperti di Bali, UMKM juga sangat potensial dikembangkan di Sumsel.
Pada lawatannya ke Bali, Bank Indonesia mengajak sekitar 27 wartawan ekonomi dan bisnis dari berbagai media baik cetak, elektronik dan online mengikuti Capacity Building 19 – 21 Juni 2019.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari mengatakan kegiatan Capacity Building merupakan wujud apresiasi dan sinergi Bank Indonesia dengan media untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wartawan ekonomi dan bisnis terkait kebijakan, fungsi dan tugas pokok Bank Indonesia serta peran Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia juga memfasilitasi wartawan mengunjungi pengelolaan kopi Arabica di Kintamani. Pemberitaan dari para wartawan nantinya diharapkan dapat mendorong Kopi Sumsel go nasional bahkan go internasional.
Dia mengatakan, dengan materi yang cukup padat wartwan juga dijejali dengan pemahaman perkembangan ekonomi di Sumatera Selatan dan Provinsi Bali sehingga dapat ditarik kesimpulan. Apa yang masih kurang dan apa yang harus ditingkatkan nanti bisa dinilai untuk kemajuan industri di daerah.
Beberapa nara sumber dalam kegiatan ini yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana. Kepala Divisi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Kantor Pusat Bank Indonesia Nugroho Joko Prastowo. Kepala Tim Departemen Komunikasi, Kantor Pusat Bank Indonesia Aswin Gantina. Wartawan senior sekaligus Pemimpin Redaksi TEMPO Ali Nur Yasin.

Masih dalam rangkaian kegiatan Capacity Building di Bali, Para wartawan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kopi Kintamani yang sudah sangat terkenal dengan berbagai keunggulan, diantaranya memilki cita rasa jeruk. Kopi Kintamani juga telah mendapatkan pengakuan dan perlindungan sertifikasi yang pertama dengan branding Kopi Arabica Kintamani.
Selain itu budidaya pengolahan dan pengembangan kopi Arabica Kintamani dilakukan dengan konsep Edukasi, Ekologi, Estetika dan Ekonomi. Pengelolaan kopi Arabica ini berada di kawasan Agro wisata Giri Alam Kintamani, Bali. Agrowisata ini merupakan binaan Bank Indonesia Provinsi Bali . Selanjutnya, para wartawan juga diajak untuk mengetahui pengelolaan obyek wisata Gunung Batur dan Danau Batur, serta Desa Wisata Penglipuran di Bali. #ren