Sandiaga Uno Minta Pendukungnya Jaga TPS Jelang 17 April

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menggelar kampanye nasional Milenial di Ballroom Sultan Convention Center, Palembang tepatnya di Jalan Sultan Mansyur Bukit Lama, Palembang, Jumat (12/4).Ribuan para pendukung Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02 Sandiaga Uno memenuhi Ballroom Sultan Convention Center, Palembang sejak pagi.
Palembang, BP
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menggelar kampanye nasional Milenial di Ballroom Sultan Convention Center, Palembang tepatnya di Jalan Sultan Mansyur Bukit Lama, Palembang, Jumat (12/4).
Ribuan para pendukung Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02 Sandiaga Uno memenuhi Ballroom Sultan Convention Center, Palembang sejak pagi.
Sandiaga Uno datang dengan mengenakan baju kemeja biru, celana panjang berwarna cream dan memakai songket yang melingkar di pinggangnya. Tak lupa topi tanjak khas Kota Palembang, Sandiaga Uno menyapa pendukungnya di sana.
Sandi mengaku sangat bangga akan sambutan masyarakat Palembang karena ribuan masyarakat hadir dan dia menilai kampanye di Palembang ini adalah terbesar kedua setelah di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
“Itu kampanye terbesar kedua setelah di GBK, coba tepuk tangan untuk Sumatera Selatan. Berarti Sumatera Selatan sudah siap menjemput perubahan, siap untuk menang, siap memenangkan? Siap untuk berjuang? Are you ready? Are you ready?,” katanya.
Sandi dalam orasinya berjanji Indonesia bakal jadi negara yang adil jika Prabowo-Sandiaga menang menang. Menurutnya, Indonesia juga bisa menjadi negara yang makmur.
“Bersama Prabowo-Sandi inshaa Allah akan menjadi negeri yang adil. Negeri yang makmur, betul, amin,” tambahnya.
Dalam kampanyenya kali ini, Sandi tak lupa menyampaikan janji-janjinya kepada masyarakat Kota Palembang bila ia dan Probowo terpilih menjadi presiden RI nanti.
“Sumatera Selatan ini adalah lumbung pangan, lumbung energi, sumber daya alamnya melimpah, tanahnya subur, manusianya pintar-pintar , emak-emaknya cantik-cantik , anak mudanya hebat-hebat tapi masih banyak menyisakan permasalahan yang harus segera kita selesaikan,” katanya sembari mengatakan, bersama Prabowo Sandi akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk anak muda.
Sandi mengatakan sudah membuka rumah siap kerja bersama Saipul Fadli (Anggota DPRD Sumsel) di Palembang sejak tadi pagi.
Dia juga akan mengajak masyarakat untuk menjadi pengusaha atau menjadi enterprenuer.
Lanjut Sandi, melalui rumah siap kerja, kedepannya 2 juta anak muda tidak boleh menganggur lagi.
“Sebanyak 61 persen pengangguran diisi oleh anak muda. Ini adalah fakta yang sangat miris. Untuk itu, kedepannya mari kita perbaiki,” katanya.
Sandi berjanji akan benahi ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 UUD 45 , apalagi ekonomi Sumsel empat tahun terakhir belum maju, belum sejahtera dan belum adil dan akibatnya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, yang besar makin besar dan yang kecil makin kecil.
Apalagi saat ini empat tahun terakhir pengeluaran warga naik namun penghasilan turun, Prabowo-Sandi berjanji akan memangkas semua biaya untuk beras, listrik sekitar 20 persen sehingga masyarakat bisa mengurangi biaya hidup Rp50 ribu perhari.
Sandi memastikan infrastruktur akan dibangun namun semuanya tidak dimonopoli pemerintah, dan akan mengajak dunia usaha.
“ Program PKH akan kita lanjutkan dengan program PKH plus, ditambah sama Prabowo-Sandi yang dirasakan pemerintah sekarang kita bisa tingkatkan karena kita akan tutup kebocoran-kebocoran yang ada di anggaran kita,” katanya.
Sandiaga sempat menyindir kartu sakti yang menjadi program unggulan capres petahana Joko Widodo. Sembari nge-vlog, Sandiaga bertanya soal isi dompet masing-masing kepada simpatisan yang didominasi oleh emak-emak dan anak muda di Sumsel.
“Saya mau nanya, dompet kita itu isinya duit atau kartu? Tebal karena duit atau kartu,” tanya Sandiaga.
Mendengar jawaban itu, Sandiaga lantas mengeluarkan kameranya dan mengajak simpatisan untuk tetap mengutamakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sebagai satu-satunya kartu yang nantinya akan digunakan jika dirinya bersama Capres Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden RI mendatang.
“Saya berikan waktu dua menit untuk kita angkat setinggi-tingginya tangan kita menunjukkan jika e-KTP ini merupakan kartu super sakti. Jadi tidak perlu banyak kartu. Di dalam e-KTP sudah ada chip dan bisa digunakan untuk kehidupan masyarakat Indonesia,” katanya.
Sandi juga berjanji akan meningkatkan harga hasil pertanian.
“Maka dari itu jika terpilih nanti kami akan mensejahterakan petani dan menaikkan harga karet dan sawit dan revitalisasi sektor pertanian sehingga tidak ada lagi impor,” kata Sandiaga.
Sandiaga memastikan jika terpilih akan memberantas korupsi yang menjadi penyakit bangsa ini.
Sandiaga mengajak pendukungnya untuk menjaga TPSnya masing-masing pada tanggal 17 April nanti.
“Ada kejadian di Malaysia, pemilihan belum terjadi katanya surat suara sudah tercoblos, menurut saya bukan tercoblos tapi di coblos, sudah di coblos,” katanya.
Dalam kampanyenya kali ini juga turut hadir Khoirunnisa atau lebih dikenal dengan Nissa Sabyan adalah penyanyi gambus yang tergabung dalam grup musik Sabyan Gambus sebagai vokalis. Nissa dikenal publik karena sering menyanyikan ulang lagu-lagu bernuansa islami ataupun salawat nabi.
Kampanye Sandi kali ini juga dihadiri banyak pedukung dan juru kampanye partai pendukung.
Diantaranya Eddy Santana Putra dan Eddy Prabowo dari partai Gerindra , Mustafa Kamal dari PKS.
Dalam kesempatan tersebut Sandiaga juga menerima uang sumbangan dari para pendukungnya.
Sebelumnya Sandiaga Uno sempat berkunjung ke Rumah Siap Kerja Palembang,di Jalan Pipa Reja , Kecamatan Kemuning Palembang.
Sandiaga Uno menyebut kain songket khas Sumsel bisa menjadi produk kelas dunia karena pasarnya sudah terbuka luas.
“Dilihat dari disainya kain songket siap menjadi produk dunia, warna-warnanya organik sekali, ada warna yang dari kulit jengkol,” kata Sandiaga.
Menurutnya, kerajinan kain songket bisa dikembangkan lagi dengan pembukaan unit-unit bisnis baru, para perajin songket harus membuka usaha sendiri dan tidak lagi diupah.
Perajin kain songket kebanyakan diupah Rp200.000 per kain songket, padahal harga jual kain tersebut bisa mencapai puluhan juta di pasaran, Sandiaga menilai hal itu tidak adil.
“Kami akan bantu pemasaran dan pembiayaan kain songket lewat rumah siap kerja, para perajin sudah saatnya menghasilkan uang sendiri agar kesejahteraannya meningkat,” katanya.
Bila terpilih menjadi wakil presiden, Sandiaga ingin usaha songket menjadi bagian program Ok Oce yang diklaim memiliki prinsip ekonomi terbuka dan berkeadilan.
“Apalagi sekarang sudah era ekonomi digital aplikasi, jadi pedagangnya untung, tapi pembelinya tidak terbebani karena rantai distribusi menjadi lebih sederhana,” katanya.
Baik OK Oc maupun Rumah Siap Kerja keduanya ditargetkan Sandiaga mampu menyerap lapangan kerja untuk jutaan pemuda lima tahun ke depan.
“Saya yakin dengan rumah kerja, pengangguran bisa dikurangi, ini real bukan janji politik saja,” katanya.
Kunjungan ke Rumah Siap Kerja Palembang merupakan bagian dari agenda kampanye akbar cawapres nomor urut 02 tersebut di Kota Palembang.#osk