PGK Indonesia Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Tanpa Hoax

24
Pemukulan gong saat pembukaan Rapat Kodinator dan Lokakarya DPW PGK Sumsel di Kota Palembang, Selasa (26/3).

Palembang, BP — Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Indonesia mengajak masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan agar dihadapi dengan suasana gembira dan juga menjauhi berita bohong atau hoax supaya tidak terjadi pertentangan.

Usai Rapat Kodinator dan Lokakarya DPW PGK Sumsel di Kota Palembang, Selasa (26/3), Ketua Umum DPP PGK Burzah Sarnubi mengatakan, pesta demokrasi merupakan hal biasa yang harus dihadapi tanpa banyak pertentangan.

“Pemilu adalah pesta demokrasi memilih pemimpin, di negara demokrasi Pemilu kan sudah biasa, jadi harus disambut dengan senang hati serta tetap memenuhi kewajiban-kewajiban yang ada, seperti ikut memilih di TPS, menjaga ketertiban dan menghindari berita bohong,” ujar Burzah Sarnubi.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Lantik Tiga Orang PAW Anggota DPRD Provinsi Sumsel

Dikatakan dia, saat ini peredaran informasi bohong di media sosial (Medsos) sudah sangat marak sampai menjurus pada serangan-serangan antar pendukung presiden jelang pelaksanaan Pemilu tahun ini.

Bahkan, sambung dia, banyak bermunculan berita fitnah dan saling klaim kemenangan, propaganda juga tak berhenti menghiasi media sosial di Indonesia. Tak hanya itu, namun juga terjadi saling bunuh di beberapa daerah.

Akibatnya bangsa Indonesia terancam terpecah belah, padahal berta bohong tersebut dapat dicegah dengan peningkatan kecerdasan literasi, yakni sikap mempelajari suatu kabar sebelum membagikan atau menyebarluaskannya.

Ia juga menjelaskan, dalam membangun kecerdasan literasi tersebut peran pemuda atau milenial sangat dibutuhkan, karena lebih dari 40 persen pengguna media sosial adalah kaum milenial.

Baca Juga:  Komite I DPD RI Tinjau Kesiapan Pilkada di Kota Medan

Yang mana, lanjut dia, anak muda jangan ikut menyebarkan hoax, harus dilawan apapun yang mengganggu persatuan Indonesia. Apalagi saat ini sudah masuk era industri 4.0, kokoh kuatkan bangsa ini dengan memfilter informasi.

Masih kata dia, tugas membangun letarasi tersebut merupakan bagian dari peranan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan di seluruh Indonesia dengan rutin membuat forum diskusi, deklarasi-deklarasi dan kampanye damai.

“Kami harap bonus demografi 90 juta anak muda di Indonesia bisa menggiring masyarakat ke arah pembangunan yang arif dan jauh dari perpecahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dipecat, Renny Astuti Layangkan Gugatan PTUN

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang turut hadir pada lokakarya tersebut mengatakan hoax yang terjadi terus menerus akan menghambat pembangunan di Indonesia.

“Berdasarkan survei Gallup World Poll atau GWP tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Indonesia nomor 1 di dunia, kalau hoax tidak dilawan maka ini terancam,” tambah Kapolda Sumsel.

Ia juga menambahkan generasi milenial di Sumsel tentunya harus mengambil peran menangkal hoax dengan hati-hati terhadap konten yang ada di media sosial.

“Artinya jika menemukan informasi apapun harus di cek terlebih dahulu,” singkatnya. #rio

Komentar Anda
Loading...