Kesal Ditagih Nafkah, Sudirman Bunuh Istri

Lubuklinggau, BP–Kesal karena terus-terusan ditagih nafkah menjadi motif Sudirman (36), yang berstatus guru honorer menghabisi nyawa istrinya, Rozalina.
Semua itu diungkapkan tersangka Sudirman saat dihadirkan dalam gelar hasil ungkap kasus yang dilakukan Polres Lubuklinggau, Senin (11/3). “Aku khilaf,” ucap Sudirman yang mengaku menyesal dan sambil menangis saat ditanya wartawan.
Sudirman yang juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya dan korban mengaku tak pernah ada niat untuk menghabisi nyawa sang istri.
“Karena sakit hati dia sering minta duit. Kebetulan saat itu saya tidak punya uang dan akhirnya saya khilaf,” ujarnya.
Dirinya mengaku, akhir-akhir ini ia dan istrinya sering ribut terkait masalah ekonomi. Rozalina yang berstatus PNS dan mengajar di SMP Negeri 12 Lubuklinggau itu sering menanyakan masalah uang nafkah kepadanya.
“Sedangkan saya hanya guru honorer. Setiap kami ribut dia sering bahas masalah cerai. Tapi setiap aku ajak ke pengadilan tidak mau,” tuturnya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono membenarkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini masalah ekonomi.
“Motifnya kalau saya lihat karena masalah ekonomi. Istrinya menuntut masalah keuangan, suami tidak bisa memenuhi hingga terjadi keributan dan pelaku menusuk istrinya,” tuturnya.
Atas perbuatan tersebut, Kapolres menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun penjara.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban Rozalina tewas dengan empat luka tusuk setelah dihabisi suaminya sendiri, Sudirman pada 6 Maret lalu.
Beberapa jam sebelum diantar keluarga untuk menyerahkan diri ke Polres Lubuklinggau, pelaku sempat berusaha mengakhiri hidup dengan menenggak racun, sehingga kondisinya lemas dan sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di kediaman pelaku dan korban di Jalan Mangga Besar, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II dan setelah menusuk istrinya, pelaku yang juga Ketua PPS Kelurahan Kenanga ini sempat kabur.
Bahkan warga sekitar tak berani mengamankannya, karena saat keluar dari rumah, pelaku masih memegang pisau yang dipakai untuk menusuk tubuh istrinya.
Sedangkan korban sendiri sempat dilarikan warga ke rumah sakit, namun karena luka yang diderita cukup serius, korban meninggal dunia dengan satu luka tusuk di bawah ketiak, tangan dan dua luka di perut. #kur