Anggota MPR: Tidak Paham Pancasila, Moral Menipis

Jakarta, BP–Anggota MPR Ahmad Muqowam mengatakan, nilai-nilai moral dan etika menjelang pilpres serta pileg 2019 kian menipis. Untuk memperbaiki hal tersebut dibutuhkan kesadaran bersama mulai dari rakyat, politisi dan pimpinan berbagai kalangan.
“Saat ini bukan hanya elit politik yang tidak beretika, namun rakyat juga. Bayangkan, rakyat sudah berpikiran bahwa caleg tak akan dipilih jika tak memberikan uang atau imbalan lain. Padahal, yang menerima dan memberi uang sama-sama melanggar hukum serta tidak beretika,” ujar Muqowam di ruangan wartawan DPR Jakarta, Senin (11/3).
Menurut Muqowam, menipismya etika serta moral rakyat dan politisi lantaran ketidakpahaman mereka terhadap Pancasila dan tujuan berpolitik. Sehingga dalam kontestasi politik menghalalkan segala cara, termasuk menebar berita bohong dan memfitnah.
Jhonny G Plate mengaku sangat prihatin dengan kondisi politik saat ini. Soalnya, ruang publik jelang pilpres serta pileg dipenuhi dengan informasi hoaks. Padahal semua memahami jika hoaks, fitnah merugikan dan membodohi masyarakat sendiri. “Mestinya pertarungan untuk memperebutkan kursi presiden dilakukan dengan elegan mengadu gagasan atau program. Bukan menebar berita bohong apalagi menghujat,” jelas politisi Partai Nasdem tersebut.
Pakar Politik, Irfan Aulia mengatakan, masyarakat memilih karena merasa satu partai, sama sama memiliki bobot. Hanya emosi pemilih saja yang berbeda. “Nah, emosi itu bisa menyatukan dan sebaliknya bisa memecah-belah bangsa. Untuk itu ribuan hoaks bermunculan. Sehingga tinggal bagaimana para elit mengelola emosi yang positif, bukan yang negatif,” paparnya. #duk