Peluru Nyasar di Razia Eks Lokalisasi, Kapolda Sesalkan BNN Tak Koordinasi

Palembang, BP–Penggerebekan eks lokalisasi Kampung Baru di Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarame Palembang yang dilakukan BNNP Sumsel hingga menyebabkan satu korban terkena peluru nyasar tidak berkoordinasi dengan Polda Sumsel.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, BNN harusnya memperhitungkan potensi resiko yang akan terjadi apabila melakukan razia atau penggerebekan, apalagi dilakukan di lokasi rawan seperti eks lokalisasi yang diduga merupakan sarang peredaran narkoba.
“Saya mengharapkan kegiatan yang bersama begitu diinformasikan ke Polda. Saya sudah konfirmasi dengan Kepala BNN, apa masalahnya kalau di back up Polda Sumsel dengan kekuatan penuh,” ujar Kapolda.
Zulkarnain tak menampik jika eks lokalisasi tersebut diduga sebagai kampung narkoba. Namun, menurutnya, pihak BNN semestinya mengambil tindakan pencegahan dan koordinasi sebelum razia itu dilakukan.
“Memang itu kan kampung narkoba, mestinya dengan kekuatan penuh. Tapi itu hanya beberapa orang Pol PP dan BNN, jadi kami menyayangkan. Niat BNN bagus dan berapi-api, tapi resiko juga harus dihitung,” ujar dia.
Mengenai dugaan peluru nyasar yang mengenai seorang warga, Muhammad Akbar Tanjung (17), Zulkarnain berujar akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kita belum menyimpulkan apakah peluru yang menembus anak itu dari peluru petugas BNN atau bukan. Namanya kampung narkoba mereka juga pasti punya senpi rakitan, kampung seperti itu tidak mungkin mulus-mulus saja. Nanti harus kita periksa, kalibernya apa, sekarang masih dilakukan penyelidikan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak di dada sebelah saat adanya razia gabungan di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarame Palembang, Jumat (1/3). Akbar masih dirawat di RS Myria Palembang untuk operasi pengangkatan proyektil peluru. #idz