Perkembangan Teknologi Informasi Seperti Dua Sisi Mata Uang

Jakarta, BP–Tim Kampanye Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan, perkembangan teknologi informasi dalam dunia politik seperti dua sisi mata uang atau Dewa Janus.
“Digitalisasi politik menghadirkan manfaat besar, bahkan dalam mengoptimalkan beberapa tahapan Pemilu. Jika keliru menggunakan tools digital akan membuat proses politik berpotensi menjadi ruang konflik antara peserta pemilu dan dengan penyelenggara,” kata Ferry di Universitas Jember, Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/11), dalam sebuah diskusi bertajuk Signifikansi Digitalisasi Politik dalam Pemilu 2019.
Menurut Ferry, digitalisasi politik dalam tahapan kampanye dan kontrol penghitungan suara akan menambah kualitas sebuah pemilu. Sayangnya, belum bisa diterapkan digitalisasi dalam Pemilu 2019 adalah proses pemungutan suara (e-voting) di TPS.Karena validitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum berbasis Data Penduduk sebagaimana dimaksud Sistem Administrasi kependudukan berdasar Nomor Induk Kependudukan (NIK).Sementara dalam konteks penggalangan dan media interaksi dalam pemilu, digitalisasi politik justru berpotensi membuat masalah baru dalam proses politik.
Dalam konteks kampanye, kata mantan Menteri Agraria ini, digitalisasi politik juga menjadi tools yang sangat memudahkan. Bahkan mengefektifkan kegiatan kampanye peserta pemilu menyebar visi, misi dan komitmen dalam jangkauan yang luas.
Dia menambahkan, digitalisasi dalam proses politik juga cenderung mengabaikan proses interaksi dan relasi sosial peserta pemilu. Mereka cenderung bertindak pragmatis dan instan.Yang sering terlupakan, kampanye adalah kemampuan mempengaruhi pemilih dalam sebuah interaksi peserta pemilu dengan masyarakat.
“Keharusan memiliki social capital dilupakan dan wajib memiliki financial capital. Hal ini akan membentuk pola hubungan yang transaksional ketika menjalankan tugas kenegaraan,” paparnya. #duk