Lapangan Tembak Senayan Harus Dipindah

Jakarta, BP–Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan, lokasi lapangan tembak yang berdekatan dengan fasilitas umum terutama gedung lembaga negara seharusnya dipindahkan karena bisa membahayakan masyarakat sekitar.
“Lapangan tembak hanya berjarak ratusan meter dari gedung DPR dan beberapa fasiitas umum lain. Konsep tata kelola kawasan Gelora Senayan ini sejak awal sudah salah. Sehingga Pemda DKI dan Setneg mesti memindahkan lapangan tembak,” ujar Fahri di ruangan wartawan DPR Jakarta, Selasa (16/10) menanggapi peluru nyasar ke ruangan anggota DPR di lantai 13 dan 16.
Fahri mengaku heran mengapa bisa senjata mesin masuk lapangan tembak. Soalnya yang bisa masuk lapangan tembak jenis senjata olahraga standard. “Ini yang mengherankan saya, kok bisa senjata mesin untuk membunuh musuh masuk lapangan,” katanya.
Fahri menceritakan jika Bung Karno sepulang dari Amerika Serikat dulu, mengimaginasikan trias politika (kompleks eksekutif, legislatif dan yudikatif) itu terintegrasi dengan transportasi yang aman.
Dikatakan, penggunaan lahan olahraga seluas 278 hektar tersebut kacau. Termasuk lapangan tembak di sekitar gedung DPR RI.“Konsep yang benar tak boleh ada gedung dibangun lebih tinggi dari gedung DPR. Karena tak ada design yang baik dan sistem pengaman kacau, maka sering terjadi peluru nyasar,” tuturnya seraya menambahkan, lapangan latihan menembak idealnya dibangun di bawah bangunan gedung tinggi, agar peluru tidak nyasar.
Fahri memiliki mimpi besar untuk membangun rumah anggota dewan di dekat Senayan agar tidak terlambat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Yang jelas untuk peluru nyasar ini kita percayakan pada aparat untuk investigasi, dan kita tunggu hasilnya,” jelasnya.
Anggota Komisi III DPR dari FPKB Abdul Kadir Karding meminta kepolisian menginvestigasi kasus itu secara tuntas, agar tidak terjadi simpangsiur informasi di tengah masyarakat.
“Kita memang tak boleh mempercayai begitu saja bahwa itu peluru nyasar. Karena itu investigasi kepolisian harus transparan, terbusa dan menuntaskan,” ujarnya.
Karding menambahkan, regulasi kepemilikan senjata perlu dievaluasi. Baik terkait senjata untuk latihan, syarat pemilik senjata dan keamanan tempat latihan agar peluru tidak menyasar.
“Yang tidak kalah penting, lapangan latihan menembak itu harus dipindah ke wilayah yang sepi dari keramaian. Di Sebab, Senayan banyak fasilitas umum terutama gedung parlemen sebagai simbol negara sekaligus simbol demokrasi. Sehingga harus ditata ulang,” paparnya. #duk