Blue Print Pembangunan Kota Palembang Tidak Jelas Dan Selalu Berubah

26
BP/IST
Hardi

Palembang, BP

Blue Print pembangunan kota Palembang hingga kini tidak jelas mau di bawa kemana oleh Walikota Palembang, malahan selalu berubah sesuai kehendak Walikota yang memimpin kota Palembang.

Anggota Komisi III Kota Palembang Hardi melihat arah pembangunan kota Palembang kedepan tidak jelas, mau dibawa kemana 50 tahun, 100 tahun kedepan.

“ Harus dibuat garis besarnya , blue prinnya mau seperti apa? dan itu tidak boleh berubah , siapapun pimpinnya , mau caranya bagaimana namun arahnya kesitu sehingga itu akan membuat pembangunan kota Palembang ini terstruktur, terarah dan pasti kita akan menuju kearah kesana, daripada kita berubah pimpinan berubah kebijakan, berubah diskresi , berubah segala macam program, ujung-ujungnya kembali ke nol dan kita tidak akan pernah maju-maju,” katanya, Minggu (23/9).

Baca Juga:  Bertemu  Gubernur Sumsel, CPI Dapat Lampu Hijau

Karenanya dia, mengajak seluruh masyarakat kota Palembang dalam berkerja pemkot Palembang tidak bisa sendiri, DPRD Palembang tidak bisa berkerja sendiri dan memang di butuhkan partisipasi aktip masyarakat dalam kesadaran hidup bersih, hidup sehat , tidak membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat sendiri juga harus berubah, betul pemerintah sebagai regulator , sebagai pengusaha sebagai orang yang memaintance semuanya tapi kita sebagai masyarakat harus menyadari, harus berperan aktip membuang sampah pada tempatnya , “ katanya.

Baca Juga:  Warga Palembang Dihimbau Jangan Mudik Dulu

Sedangkan sejarawan kota Palembang Syafruddin Yusuf melihat kalau rencana pembangunan kota Palembang selalu berubah sesuai kehendak pemimpinnya.

“Satu hal aku lihat Palembang sebenarnya wewenang dalam pembangunan ada di Gubernur atau walikota , sebab kadang apa dibuat Gubernur jadi kewenangan Walikota,” katanya.

Selain itu ada beberapa kali Dinas Kebudayaan kota Palembang mengajak melakukan inventarisasi cagar budaya namun realisasinya tidak jelas.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Tanggapi Super Blue Blood Moon

“Makanya perlu adanya semacam penataan yang jelas , melibatkan akademisi atau orang paham pembangunan terutama sejarah Palembang sebagai kota tua, jangan tergusur habis lokasi bersejarah di kota Palembang,” kata dosen sejarah Universitas Sriwijaya ini. #osk

Komentar Anda
Loading...