Ketua MPR Dorong KAHMI Jadi Pelopor Persatuan

Jakarta, BP–Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, negeri ini dilahirkan para cendekiawan dari tahun 1908 hingga tahun 1945. Bebagai organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU, Jamiatul Khair bercita-cita mendirikan Indonesia.
Menurut Zulkifli, tahun 1945, bangsa Indonesia sudah memiliki gagasan serta memikirkan demokrasi, keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan. Pikiran pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Hatta termuat pada dasar negara dan konstitusi, Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. “Bangsa lain baru memikiran hal yang demikian 20 tahun kemudian,” ujar Zulkifli di gedung MPR Jakarta, Rabu (12/9) saat sambutan dalam simposium yang diselenggerkan KAHMI.
Meski para cendekiawan berbeda asal-usul, agama, dan aliran politik kata dia, namun mereka tetap memberi keteladanan yakni persatuan. “Walaupun IJ Kasimo dan Mohammad Natsir berbeda agama dan partai politik namun mereka tetap bersahabat”, tutur Zulkifli.
Dia mengingatkan, bahwa bangsa ini merdeka mempunyai tujuan bersatu, berdaulat, menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Diselenggarakannya Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif sebagai salah satu jalan untuk menuju tujuan itu.
“Bila realitas pemilu sekarang berbeda dengan tujuan Indonesia merdeka sangat disayangkan. Sangat prihatin kalau Pemilu membuat perpecahan,” jelasnya.
Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, Zulkifli mengajak semua pihak melaksanakan nilai-nilai yang ada. “Pancasila disepakati sebagai pandangan hidup. Untuk itu masyarakat diharap melaksanakan Pancasila. Perilaku ber-Pancasila adalah perilaku yang disinari cahaya illahi,” paparnya. #duk