Rakyat di Palembang Gembira, Tak Ada Ganjil Genap

Jakarta, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menegaskan Palembang sangat siap menyelenggarakan perhelatan Asian Games XVIII pada Agustus 2018. Pengerjaan venue di Jakabaring Sport City JSC sudah rampung 100%.
“Yang jelas, tidak ada kendala dalam penyelenggaraan di Palembang,” ujar Alex dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (25/7).
Masalah ancaman kabut asap, kemacetan, maupun kejahatan jalanan sebagaimana yang dipertanyakan anggota Komisi X, Alex menyebutkan hotspot tidak perlu dikhawatirkan, karena belum tentu firespot (titik api).
“Hotspot bisa berupa atap pabrik di seng, karena ditangkap satelit hotspot. Kalau firespot langsung dilakukan waterbombing. Kemarin ada enam titik, tapi tadi jam dua sudah tidak ada lagi,” katanya.
Dikatakan, semua hotspot maupun firespot sudah teratasi, sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan terkait karhutla. Bahkan Panglima TNI sendiri sudah turun ke Sumsel untuk mengantisipasi. “Masalah karhutla, tenang saja insya Allah tidak akan mengganggu Asian Games,” tuturnya.
Untuk venue Asian Games maupun infrastruktur penunjang, lanjut Alex, hanya tinggal finishing. Sisi keindahan dan kecantikannya saja yang perlu dilakukan. Untuk stadion sudah siap digunakan. Tinggal beautification-nya saja.
Alex menambahkan, untuk atlet dan official negara peserta Asian Games diangkut menggunakan LRT langsung dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju JSC. “Nanti tamu yang datang setelah ke imigrasi, langsung naik elevator ke Stasiun LRT Bandara, melewati Sungai Musi, hingga turun di stasiun Jakabaring. Jadi tidak kena kemacetan,” tegas Alex.
Yang tidak kalah penting lanjut dia, pemanfaatan venue bagi atlet dalam beradaptasi dan berlatih pada venue yang akan digunakan bertanding. Saat ini ada atlet asal Filipina yang sudah beberapa bulan menyewa hotel di Palembang untuk berlatih di venue yang akan digunakan di Asian Games.
“Sebagai info kita semua, kita sudah test event Triathlon di JSC beberapa bulan lalu. Tetapi ada atlet asal Filipina sampai sekarang tidak pulang. Dia sewa hotel di sana dan latihan tiap hari. Lalu ada atlat Malaysia putri yang juara dunia, itu latihan di bowling center kami (JSC),” tegas Alex.
Ia mempertanyakan apakah atlet Indonesia memanfaatkan venue yang akan digunakan bertanding di Asian Games. “Maksud saya mana latihannya, kenapa tidak dimanfaaatkan atlet kita, harus adaptasi dengan venue yang akan digunakan saat bertanding,” paparnya.
Alex yang mendapat giliran menyampaikan laporan persiapan Asian Games 2018 di wilayahnya dengan mantap menyatakan kepada Pimpinan Komisi X bahwa semuanya sudah siap dan tidak perlu dijelaskan lebih detil lagi.
“Kami sudah terlalu sering dipanggil (DPR) dan sudah siap semua. Jadi kita persilakan daerah lain saja,” kata Alex.
Pimpinan Komisi X kemudian memberikan kesempatan kepada Sandiaga yang turut menjadi peserta rapat untuk menyampaikan laporannya. Ia menyatakan persiapan sudah siap.
“Semoga kami juga diberikan kepercayaan diri seperti Palembang,” kata Sandiaga sambil melirik ke arah Alex. “Tinggal ujungnya mesti banyak doa. Karena manusia menyiapkan tapi banyak yang kita mohonkan, itu Tuhan yang menentukan,” imbuhnya.
Pernyataan dan sikap Sandiaga ini membuat peserta rapat tergelak. Suasana rapat pun menjadi riuh sejenak.
Keriuhan kembali terjadi saat tiba giliran tanya jawab. Pasalnya, Alex membalas sindiran Sandiaga yang sebelumnya dialamatkan kepadanya. Menurutnya, antusiasme warga Palembang menyambut Asian Games 2018 lebih tinggi ketimbang DKI Jakarta.
“Eforia Asian Games sudah luar biasa di Palembang. Warga mengecat swadaya seluruh rumah, lantai, dan sebagainya. Bapak kunjungilah,” kata Alex.
“Atlet nyaman, official senang, rakyat gembira. Karena apa? Tidak ada ganjil genap, tidak ada buka tutup. Jadi santai saja kami di situ,” tambahnya.#adv